Selasa, 16 Juni 2026

WAKTU ADALAH PEDANG, DAN KITA ADALAH SAKSINYA

Foto Penulis : Teuku Husaini Foto Penulis : Teuku Husaini

          WAKTU ADALAH PEDANG, DAN KITA                                  ADALAH SAKSINYA

Penulis :  Teuku Husaini

Adhyaksanews. -- --

Waktu itu seperti pedang,

Allah titipkan di genggaman manusia.

Ia bukan hiasan,

bukan untuk dipamerkan dalam niat,

melainkan senjata

untuk menebas hawa nafsu

dan memotong jalan menuju lalai.

Namun manusia gemar bermain-main.

Pedang diletakkan,

shalat ditunda,

amanah dikhianati,

dosa dirawat seperti kebiasaan.

Kita berkata “masih panjang umur”,

seolah ajal bisa ditawar,

seolah malaikat maut

menunggu kesiapan kita.

Demi waktu—

Allah telah bersumpah.

Bukan karena waktu mulia,

tetapi karena manusia

terlalu sering merugi.

Hari-hari habis

tanpa sujud yang jujur,

malam berlalu

tanpa istighfar yang basah air mata.

Ketika pedang waktu berbalik arah,

ia tak bertanya iman atau jabatan.

Ia memotong

satu per satu kesempatan taubat.

Dan saat nyawa sampai di tenggorokan,

iman tak lagi bisa dibeli,

amal tak lagi bisa ditambah,

penyesalan hanya menjadi saksi

betapa mahalnya satu detik

yang dulu kita sia-siakan.

Celakalah mereka

yang hidupnya panjang

namun kosong dari makna.

Celakalah mereka

yang lisannya beriman

namun waktunya dipersembahkan

untuk maksiat dan kesombongan.

Gunakanlah pedang itu

sebelum ia menebasmu.

Potong kemalasanmu hari ini,

sebelum ajal memotong namamu

dari daftar orang yang sempat bertobat.

Karena waktu tidak pernah berdosa,

kitalah yang akan ditanya

ke mana ia kita habiskan.

| Editor : Koni Setiadi