WAKTU ADALAH PEDANG, DAN KITA ADALAH SAKSINYA
Penulis : Teuku Husaini
Adhyaksanews. -- --
Waktu itu seperti pedang,
Allah titipkan di genggaman manusia.
Ia bukan hiasan,
bukan untuk dipamerkan dalam niat,
melainkan senjata
untuk menebas hawa nafsu
dan memotong jalan menuju lalai.
Namun manusia gemar bermain-main.
Pedang diletakkan,
shalat ditunda,
amanah dikhianati,
dosa dirawat seperti kebiasaan.
Kita berkata “masih panjang umur”,
seolah ajal bisa ditawar,
seolah malaikat maut
menunggu kesiapan kita.
Demi waktu—
Allah telah bersumpah.
Bukan karena waktu mulia,
tetapi karena manusia
terlalu sering merugi.
Hari-hari habis
tanpa sujud yang jujur,
malam berlalu
tanpa istighfar yang basah air mata.
Ketika pedang waktu berbalik arah,
ia tak bertanya iman atau jabatan.
Ia memotong
satu per satu kesempatan taubat.
Dan saat nyawa sampai di tenggorokan,
iman tak lagi bisa dibeli,
amal tak lagi bisa ditambah,
penyesalan hanya menjadi saksi
betapa mahalnya satu detik
yang dulu kita sia-siakan.
Celakalah mereka
yang hidupnya panjang
namun kosong dari makna.
Celakalah mereka
yang lisannya beriman
namun waktunya dipersembahkan
untuk maksiat dan kesombongan.
Gunakanlah pedang itu
sebelum ia menebasmu.
Potong kemalasanmu hari ini,
sebelum ajal memotong namamu
dari daftar orang yang sempat bertobat.
Karena waktu tidak pernah berdosa,
kitalah yang akan ditanya
ke mana ia kita habiskan.
| Editor : Koni Setiadi