Muara Enim, Adhyaksanews. -- --Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Muara Enim, Senin, 8 Juni 2026.
Dalam giat tersebut, Tim KPK mengamankan sebanyak 10 orang baik unsur pejabat dan swasta di Kabupaten Muara Enim.
Salah satunya, yang turut diamankan KPK, yakni Bupati Muara Enim, Edison.
"Dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sepuluh orang di wilayah Jakarta dan Sumatera Selatan," ujar Budi dalam keterangannya pada Adyaksanews.
"Lima orang dari unsur Pemkab Muara Enim, salah satunya Bupati. Kemudian lima orang lainnya dari pihak swasta"
"Tim masih di lapangan, kami akan update kembali perkembangannya," jelas Budi Prasetyo.
Di lapangan, Tim KPK diketahui telah melakukan penyegelan terhadap sejumlah ruangan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim serta beberapa ruangan di Kantor Bupati Muara Enim.
Dari penelusuran Adyaksanews, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim di tahun anggaran 2026 memiliki sejumlah agenda belanja modal dan belanja barang dan jasa.
Sejumlah kegiatan belanja modal pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim mayoritas di bawa pagu anggaran Rp200juta atau proyek pengadaan langsung.
Paket-paket dengan metode pemilihan dengan sistem penunjukan langsung tersebut hampir sekitar ratusan paket proyek yang ditaksir pagunya mencapai lebih dari 20 Milyar rupiah.
Namun, ada kegiatan 4 proyek pengadaan barang dan jasa yang juga jadi atensi dan tak luput dari sorotan, lantaran memiliki pagu anggaran yang cukup fantastis, yakni mencapai Milyaran rupiah.
Adapun paket-paket proyek tersebut yakni, Proyek Pengadaan sepatu peserta didik Sekolah Dasar dengan nilai pagu Rp14,3 Miliar lebih, pengadaan LKS Peserta Didik Sekolah Dasar dengan Pagu Rp4,6 Miliar lebih, pengadaan LKS Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama Rp2,8 miliar dan Pengadaan sepatu untuk peserta didik Sekolah Menengah Pertama dengan pagu Rp5,1 Miliar.
Kesemua proyek tersebut dilakukan pemilihan penyedia dengan metode E-purchasing.
Publik menunggu, apakah OTT di Muara Enim tersebut terkait 4 Proyek bernilai miliaran tersebut atau terkait pemecehan paket-paket proyek bernilai ratusan juta dengan metode pemilihan tunjuk langsung. Kita tunggu update dan konstruksi perkara dari KPK.(*)
| Editor : Koni Setiadi