Selasa, 16 Juni 2026

Dapur SPPG Di Mentok Habiskan Rp1,5 Miliar, Namun Tak Bisa Beroperasi

Foto Ilustrasi Dapur SPPG Foto Ilustrasi Dapur SPPG

Bangka Barat,  Adhyaksanews. -- - Kepulauan Bangka Belitung – Sebuah bangunan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dibangun untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kampung Air Samak, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat telah selesai dibangun dan menelan anggaran sekitar Rp1,5 miliar, tetapi hingga kini belum dapat beroperasi. 

Menurut Ketua Yayasan Mitra Sehat Nol Delapan, Dadang Destari Putra, pembangunan dapur berukuran 19 x 20 meter itu telah rampung sesuai rencana dan telah dilengkapi dengan seluruh peralatan dasar. Namun, kendala muncul saat proses survei dan validasi lapangan.

Hasil survei oleh tim penilai lapangan menyatakan bahwa bangunan tersebut tidak memenuhi syarat permanen, karena menggunakan material Glass Reinforced Concrete (GRC) bukan struktur beton permanen. Oleh karena itu, dapur belum bisa mendapatkan izin operasional. 

Dadang mempertanyakan penilaian itu, karena menurutnya status permanen bangunan seharusnya ditentukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui sistem SIMBG, bukan tim survei, sementara kontaminasi silang menjadi ranah Dinas Kesehatan. Ia juga menjelaskan pemilihan material GRC telah mempertimbangkan kondisi iklim dan manfaat teknis seperti anti-jamur dan mudah dibersihkan

Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Bangka Barat menyatakan bahwa dari survei lapangan ditemukan beberapa kekurangan teknis sesuai petunjuk teknis yang berlaku, termasuk penggunaan material yang dinilai belum memenuhi standar bangunan permanen. BGN menerapkan ketentuan teknis berdasarkan pedoman dan peraturan yang telah ditetapkan.

Bangunan dapur ini direncanakan akan melayani sekitar 2.500 penerima manfaat, terdiri dari pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, jika sudah beroperasi.

| Editor : Koni Setiadi