Bangka Barat ,Adhyaksanews.com .Seratus hari sudah pemerintahan Bupati Bangka Barat berjalan, namun harapan masyarakat yang dulu menggantung tinggi kini mulai runtuh. Janji-janji kampanye yang sempat memikat hati rakyat belum juga terlihat wujudnya.
Pembangunan infrastruktur masih tersendat, ekonomi rakyat kecil tak kunjung menggeliat, dan tata kelola pemerintahan dianggap belum menunjukkan arah perubahan yang nyata. Sejumlah warga menilai kinerja pemerintah daerah hanya penuh pencitraan tanpa hasil konkret.
> “Kami sudah bosan mendengar janji. Waktu kampanye katanya mau perbaiki jalan, bantu nelayan, buka lapangan kerja. Tapi setelah menjabat, semua diam saja,” ujar Herman, tokoh masyarakat dari Kecamatan Muntok, dengan nada kecewa.
Nada serupa disampaikan oleh Reni Marlina, aktivis muda Bangka Barat. Menurutnya, seratus hari kerja seharusnya cukup untuk menunjukkan langkah awal yang jelas.
> “Kalau alasan masih masa penyesuaian, itu hanya dalih. Pemimpin yang siap harusnya sudah punya peta jalan sejak hari pertama dilantik,” tegasnya.
Kini masyarakat menunggu tindakan nyata. Seratus hari bukan waktu yang panjang, tapi cukup untuk mengukur keseriusan pemimpin. Bila dalam waktu singkat saja tak mampu menepati janji, bagaimana dengan lima tahun ke depan?
Bupati Bangka Barat harus segera membuktikan bahwa janjinya bukan sekadar slogan kosong. Sebab rakyat tak butuh kata-kata manis — mereka menuntut kerja nyata dan hasil yang bisa dirasakan.
Tim Adhyaksanews.com /Bangka Belitung
Penulis : Ansori | Editor : A2s 