Selasa, 28 Juli 2026

PERJUANGAN DAERAH ISTIMEWA MINANGKABAU (DIM)

PERJUANGANDAERAH ISTIMEWA                MINANGKABAU (DIM)

Karya: TEUKU HUSAINI 

Adhyaksanews. -- --

Di ranah nan basandi adat,

di bumi nan bersendi syarak,

kami berdiri—

dengan dada tegak dan jiwa merdeka,

menuntut hak sejarah yang tak boleh hilang ditelan zaman.

Wahai Datuak-datuak pemangku adat,

tonggak nagari, tiang rumah gadang,

suaramu adalah pusaka,

petuahmu adalah arah,

jangan biarkan adat ditawar,

jangan biarkan marwah digadai.

Wahai Bundo Kanduang,

ibu peradaban Minangkabau,

rahimmu melahirkan nilai,

doamu menguatkan perjuangan,

di pangkuanmu tumbuh generasi berani,

yang tahu malu, tahu batas, tahu harga diri.

Wahai Alim Ulama,

pelita di jalan umat,

syarakmu menuntun adat,

adatmu menguatkan syarak,

tegakkan kalimat kebenaran,

agar perjuangan ini bernilai ibadah,

berpahala di sisi Allah.

Wahai pejabat dan pemegang amanah,

jabatan hanyalah titipan,

sejarah kelak menilai sikapmu,

apakah kau berdiri bersama rakyat,

atau memilih diam saat hak diinjak.

Dan wahai pemuda harapan Minang,

darahmu darah perlawanan,

pikiranmu senjata masa depan,

jangan jadi penonton di tanah sendiri,

bangkitlah

karena perubahan lahir dari keberanian.

Daerah Istimewa Minangkabau

bukan sekadar nama,

ia adalah pengakuan atas jati diri,

atas adat nan tak lapuk dek hujan,

tak lekang dek panas,

atas sejarah panjang perjuangan dan pengorbanan.

Bersatu kita rapatkan saf,

adat, syarak, dan akal sehat,

dalam satu tekad:

Minangkabau bermartabat,

Minangkabau berdaulat,

Minangkabau istimewa

di bumi sendiri,

di hadapan negeri,

dan di hadapan Allah.

| Editor : Koni Setiadi