Belitung ,Adhyaksanews.com Sabtu,8/11/2025 Situasi sosial dan politik di Belitung semakin memanas. Banyak permasalahan yang menggantung di ruang publik tanpa kejelasan arah penyelesaian. Menjawab keadaan itu, Aliansi Masyarakat Belitung Bersatu (AMBB) akan menggelar Diskusi Kebangsaan pada Rabu, 12 November 2025 di Hotel Pondok Impian, Tanjung Pandan
Dalam diskusi ini, AMBB menghadirkan dua figur nasional yang dikenal berani berpikir apa adanya, tanpa tedeng aling-aling:
Refly Harun, SH, MH, LL.M, pakar hukum tata negara, pengamat politik keras, mantan Ketua Tim Anti-MK, dan berbagai posisi strategi di pemerintahan serta gerakan reformasi hukum.
Ir. Eros Jarot, budayawan, tokoh pergerakan, politikus yang tidak pernah tunduk pada kekuasaan.
Keduanya dikenal tidak takut pada tekanan elit dan kekuasaan.
Diskusi ini juga melibatkan aktivis rakyat, tokoh adat, dan masyarakat Belitung dari berbagai lapisan. AMBB menegaskan bahwa suara rakyat Belitung tidak boleh dibungkam.
Makna Acara Ini:
Ketua Pelaksana Suhadi Hasan menegaskan bahwa Belitung berada di titik krusial
> “Belitung jangan sampai dikotak-kotakkan oleh kepentingan politik suatu saat. Kita berkumpul untuk memulihkan kembali martabat dan persatuan masyarakat Belitung,” tegasnya.
Sambutan Adat untuk Tokoh yang Benar-Benar Dihormati
Kedatangan Refly Harun dan Eros Jarot tidak hanya disambut, tetapi dihormati:
Tarian adat
Prosesi penerimaan masyarakat
Simbol diberikan kepada rakyat kepada pemikir bangsa
Ini bukan sekadar acara. Ini pernyataan sikap:
> Belitung tidak tunduk. Belitung berdiri.
Isu yang Akan Dibedah
Diskusi tidak akan basa-basi. Pribadi yang akan disentuh langsung ke akar, termasuk:
Situasi politik daerah
Tumpang tindih kepentingan elit
Kasus yang menyeret Wakil Gubernur Hellyana
Masa depan arah sosial-budaya Belitung
Dalam sesi tanya jawab, masyarakat bebas berbicara tanpa sensor.
> “Rakyat tidak boleh hanya jadi penonton. Kita yang menentukan arah masa depan Belitung,” ujar Suhadi Hasan.
Tim investigasi Adhyaksanews.com/A2s/Belitung
