Jakarta, Adhyaksanews. -- --Ketegangan di kalangan dunia pers Indonesia meningkat menyusul kabar penangkapan sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) oleh pasukan militer Israel. Menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. Sutan Nasomal mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah serius melalui jalur diplomasi.
Dalam keterangannya kepada tim media, Prof Sutan menegaskan pentingnya peran Presiden Republik Indonesia dan Kementerian Luar Negeri (Deplu RI) dalam mengupayakan pembebasan para WNI yang saat ini ditahan.
“Presiden RI bersama Deplu harus serius meminta kepada pihak Israel agar segera melepaskan WNI yang ditangkap,” tegasnya.
Adapun sembilan WNI yang dilaporkan ikut dalam misi Global Sumud Flotilla dan kini menjadi perhatian publik, yakni:
1). Herman Budianto Sudarsono (GPCI - Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
2). Ronggo Wirasanu (GPCI - Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
3). Andi Angga Prasadewa (GPCI - Rumah Zakat) – Kapal Josef
4). Asad Aras Muhammad (GPCI - Spirit of Aqsa) – Kapal Kasr-1
5). Hendro Prasetyo (GPCI - SMART 171) – Kapal Kasr-1
6). Bambang Noroyono (Republika) – Kapal BoraLize
7). Thoudy Badai Rifan Billah (Republika) – Kapal Ozgurluk
8). Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) – Kapal Ozgurluk
9). Rahendro Herubowo (GPCI - iNewsTV) – Kapal Ozgurluk
Situasi di kawasan konflik Timur Tengah yang kian memanas, khususnya terkait ketegangan antara Israel dan Iran, turut berdampak pada peningkatan pengawasan terhadap warga negara asing. Dalam kondisi tersebut, tindakan penangkapan oleh pihak militer kerap terjadi dengan alasan keamanan dalam situasi perang.
Namun demikian, Prof Sutan menilai bahwa langkah antisipatif seharusnya telah dilakukan sejak awal, terutama oleh perusahaan media yang menugaskan jurnalis ke wilayah konflik.
“Perusahaan media di Indonesia seharusnya memberikan dokumen resmi kepada pemerintah pusat jika ada jurnalis yang ditugaskan ke wilayah perang. Dengan begitu, Deplu RI dapat lebih awal bersurat kepada negara terkait agar memberikan perlindungan terhadap WNI,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prof Sutan juga menghimbau agar Presiden RI mengoptimalkan jalur diplomasi internasional dengan melibatkan negara-negara sahabat, baik di kawasan Eropa maupun Amerika, guna menekan upaya pembebasan para WNI tersebut.
Ia berharap melalui kerja sama diplomatik yang intensif, seluruh WNI yang saat ini berada dalam tahanan dapat segera dibebaskan dan kembali dengan selamat ke tanah air. (*)
| Editor : Koni Setiadi