Adhyaksanews. -- --[KETAPANG KALBAR], Krisis air bersih yang melanda Kabupaten Ketapang di tengah kemarau panjang mendorong kepolisian memperkuat penyaluran air kepada masyarakat. Senin (14/9/2026).
Polres Ketapang bersama Brimob Polda Kalbar dan Polsek Delta Pawan, mengoperasikan mobile water treatment di Lapangan Sepakat, Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan.
Sebanyak 15 ribu liter air diolah melalui perangkat pengolahan air dengan kadar Ph 7,6 bergerak, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.
Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan kegiatan tersebut, merupakan bagian dari respons kepolisian terhadap kondisi krisis air bersih yang terjadi akibat kemarau panjang.
Menurutnya, berdasarkan informasi cuaca yang menjadi dasar pemantauan, kondisi kemarau di wilayah Ketapang telah berlangsung lebih dari dua bulan dan mendekati tiga bulan.
"Situasi krisis air bersih ini disebabkan musim kemarau panjang. Berdasarkan data BMKG, sudah lebih dari dua bulan, hampir tiga bulan, kemarau panjang melanda Ketapang," ujar Kapolres.
Kondisi tersebut, kata dia, membuat sejumlah wilayah mengalami keterbatasan sumber air bersih sehingga diperlukan langkah konkret untuk membantu masyarakat.
Atas kondisi itu Polda Kalbar, menjalankan program penyediaan dan penyaluran air bersih secara langsung kepada warga.
Di Kelurahan Sampit, bantuan air tersebut diperkirakan memberikan manfaat bagi sekitar 200 kepala keluarga (KK).
Kapolres menegaskan, kegiatan tidak berhenti di satu lokasi. Selama kondisi kemarau masih berlangsung, distribusi air akan dilakukan secara keliling ke sejumlah wilayah di Kabupaten Ketapang, terutama kawasan yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
"Selama kemarau, kegiatan ini akan kami laksanakan secara keliling di wilayah Ketapang, khususnya daerah-daerah pesisir yang membutuhkan," katanya.
Air yang diproses melalui mobile water treatment tersebut, lanjut Kapolres, disiapkan agar dapat digunakan sebagai air layak konsumsi setelah melalui proses pengolahan.
Langkah ini menjadi penting karena persoalan kekeringan tidak hanya menyangkut kebutuhan untuk mandi dan mencuci, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat terhadap air untuk konsumsi.
Warga Sampit Apresiasi Bantuan
Lurah Sampit Uti Assaji menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Kalbar, Brimob Polda Kalbar dan Polres Ketapang atas bantuan air bersih yang diberikan kepada masyarakat.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi warga di tengah kondisi kemarau panjang yang menyebabkan ketersediaan air semakin terbatas.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Polda Kalbar, Brimob Polda Kalbar dan Kapolres Ketapang atas kegiatan ini. Bantuan ini sangat membantu masyarakat," ujar Uti Assaji.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung berbagai upaya penanganan kekeringan dan krisis air bersih yang dilakukan pemerintah maupun aparat.
"Mari kita sama-sama mendukung kegiatan ini," katanya.
Kegiatan pengolahan dan penyaluran air bersih di Lapangan Sepakat tersebut turut dihadiri Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama, S.H., S.I.K., M.H., Kapolsek Delta Pawan Iptu Hendra Gunawan, personel Brimob Polda Kalbar serta Lurah Sampit Uti Assaji.
Distribusi air bersih tersebut menjadi salah satu bentuk respons lapangan terhadap dampak kemarau panjang di Ketapang. Dengan rencana distribusi secara bergerak, kepolisian menargetkan bantuan dapat menjangkau wilayah lain yang mengalami kesulitan air bersih selama kondisi kemarau belum berakhir. (EZ113).
| Editor : Koni Setiadi