Kamis, 30 Juli 2026

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Tuatunu Hasilkan Pupuk Bernilai Ekonomi

Warga binaan lapas tuatunu pangkalpinang lgi memasukan pupuk ke dalam plastik yg siap dipasarkan Warga binaan lapas tuatunu pangkalpinang lgi memasukan pupuk ke dalam plastik yg siap dipasarkan
PANGKALPINANG ,Adhyaksanews.com Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Pangkalpinang atau Lapas Tuatunu mulai mengoperasikan fasilitas pengolahan pupuk kompos sebagai bagian dari program pelatihan warga binaan.Rabo 01//04/2026

Program inovatif ini tidak hanya fokus pada peningkatan keterampilan warga binaan, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya sektor pertanian dan perkebunan.

Bahan baku utama pupuk kompos tersebut berasal dari limbah hasil produksi PLTU. Melalui proses pengolahan yang terstruktur, limbah tersebut diubah menjadi pupuk kompos yang siap digunakan.
Pada tahap awal, produksi masih dilakukan secara manual dengan melibatkan dua warga binaan yang telah mendapat pelatihan khusus. Meski masih sederhana, kapasitas produksi dinilai cukup potensial untuk terus dikembangkan.

“Kapasitasnya masih sekitar 5 hingga 6 ton untuk dua minggunya. Kami baru memulai dan mencoba. Yang pertama sudah kami kirim ke Koba sebanyak 6 ton, dan insyaallah selanjutnya ke Belinyu sebanyak 6,5 ton,” ujar Kepala Lapas Kelas II Pangkalpinang, Sugeng Indrawan.
Permintaan terhadap pupuk kompos produksi Lapas Tuatunu terus menunjukkan tren positif, terutama untuk kebutuhan perkebunan kelapa sawit di wilayah Pulau Bangka.

Selain distribusi ke Koba dan rencana pengiriman ke Belinyu, permintaan juga datang dari daerah lain seperti Petaling dan Kota Waringin. Namun, pengiriman ke wilayah tersebut masih menunggu ketersediaan stok.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut menyambut positif program tersebut. Gubernur Babel, Hidayat Arsani, menyatakan dukungan penuh, khususnya dalam membantu pemasaran hasil produksi agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Program ini diharapkan menjadi bekal keterampilan praktis bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat. Selain bernilai ekonomi, pengolahan limbah menjadi pupuk kompos juga memberi manfaat lingkungan karena mengubah limbah menjadi produk yang lebih produktif.
Ke depan, Lapas Tuatunu berencana meningkatkan kapasitas produksi agar mampu memenuhi permintaan pasar yang terus bertambah.
Penulis : A2s | Editor : A,as