Adhyaksanews. -- --Sebuah kisah yang akan tetap di tulis dengan catatan tinta emas. Menjadi pemimpin daerah yang bukan karena hanya melihat kesempatan untuk sebuah peluang. Namun di dasari kerinduan masyarakat Sitaro untuk mengingini anak asli daerah untuk menjadi pemimpinnya. Tekad inipun membara untuk membawa Ana U Wanua masuk dalam sebuah kompetisi pemilihan kepala daerah. Pada akhirnya perjuangan ini berbuah manis. Terpilih dan ditetapkan sebagai pemimpin pilihan rakyat. 
Muncul menjadi tambahan catatan yang historikal sebagai sebuah kesaksian dalam deretan nama pemimpin daerah wanita ditengah-tengah kehidupan bangsa Indonesia. Setelah di lantik menjadi Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro harus mengalami dan melewati banyak persoalan dalam perjalanan pemerintahan selama kurang lebih 9 bulan setelah di lantik. Sebuah proses tantangan yang bukan hanya kebetulan. Namun ini adalah momentum pembentukan untuk menciptakan seorang pribadi kepala daerah yang luar biasa.
Pribadi yang muncul sebagai sosok wanita yang tidak hanyut dalam sifat kelembutan dan feminitas. Namun di tempa dan terbentuk menjadi figur pemimpin yang kuat. Melewati berbagai proses tantangan menghasilkan karakter yang teruji dan mampu mengambil keputusan di saat yang sulit sekalipun. Pemimpin wanita yang sanggup menunjukan kebijaksanaan dan keteguhan dalam menjalankan tugas. 
Pada akhirnya setelah mengalami berbagai tantangan selama proses pemerintahan berjalan, wanita berhati baja ini mampu menciptakan berbagai kebijakan yang spektakuler. Salah satu persoalan yang mampu membuat wanita dengan julukan SRIKANDI dari Nusa Utara ini lebih bersinar di mata masyarakat Sitaro adalah tidak di bahasnya Pergeseran anggaran tahun 2025 oleh mayoritas anggota legislatif sehingga dapat menghambat belanja daerah untuk kebutuhan-kebutuhan utama di Kabupaten Sitaro.
Ide memojokan Bupati Sitaro dengan menolak pengusulan anggaran yang di usulkan pemerintah daerah Sitaro ini, justru berbalik arah meningkatkan elektabilitas dan tingkat kepercayaan masyarakat Sitaro terhadap sang Bupati yang di kenal dengan julukan Sang SRIKANDI ini, setelah kebijakan spektakulernya berhasil memperjuangkan realisasi kebutuhan pergeseran anggaran APBD Sitaro tahun anggaran 2025 di setujui oleh Kementerian Dalam Negeri.
Deadlocknya pembahasan anggaran di DPRD Sitaro ternyata bukan akhir dari segalanya. Hanya sebuah turbelensi yang ternyata mampu membawa terbang tinggi langkah-langkah kebijakan sang SRIKANDI. Konflik kepentingan tidak mampu mempengaruhi jalannya pemerintahan di bawah kepemimpinan Wanita Berhati Baja ini. Arah keputusan strategis yang sudah dijalankan ini mampu menjalankan semua kebijakan yang berpihak kepada rakyat dan menghancurkan ego kepentingan yang ingin menghambat pemerintahan di Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Satu hal yang tidak bisa di pungkiri langkah tegas dan berani untuk mengambil keputusan Bupati CHINTYA INGGRID KALANGIT, Sang SRIKANDI Nusa Utara Ini mampu membuktikan sebagai pemimpin yang hebat yang tidak hanya berempati, tetapi juga tegas dan berani mengambil kebijakan dalam situasi yang sulit sekalipun.
Langkah-langkah yang insipartif dan spektakuler Sang SRIKANDI menunjukan bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya tentang posisi atau kekuasaan, tetapi tentang keberanian untuk melayani dan untuk membawa banyak perubahan positif bagi masyarakat di Sitaro.
Tetap maju Sang SRIKANDI untuk menatap Sitaro MASADADA
Penulis : Everly Toembio | Editor : Koni Setiadi