Adhyaksanews. -- -- Jakarta. Organisasi Aktivis Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) menyuarakan desakan keras agar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, segera mengundurkan diri dari jabatannya.
Desakan ini dipicu oleh dugaan tindakan kekerasan dan perpeloncoan yang terjadi dalam penyelenggaraan program Orientasi Persiapan Kerja (OPK) bagi pegawai atau peserta program BPJS Ketenagakerjaan. Dalam sebuah video yang viral memperlihatkan calon pegawainya berjalan diatas api dalam Program Orientasi Persiapan Kerja (OPK).
*Kecaman Terhadap Kekerasan*
Ketua Umum DPP KAMAKSI Joko Priyoski menilai, "tindakan kekerasan fisik maupun verbal dalam kegiatan orientasi lembaga publik seperti BPJS Ketenagakerjaan adalah bentuk pelanggaran HAM dan ketidakpatuhan terhadap nilai-nilai profesionalisme. Dirut BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat dinilai bertanggung jawab penuh atas pengawasan dan iklim kerja di lingkungan instansi yang dipimpinnya. Selain meminta pengunduran diri jajaran pimpinan, KAMAKSI juga menuntut adanya evaluasi total terhadap kurikulum, mekanisme, dan jajaran panitia yang terlibat dalam pelaksanaan OPK. KAMAKSI mendorong agar oknum pelaksana yang terbukti melakukan kekerasan diproses secara hukum dan diberikan sanksi administratif yang tegas. Kami mendesak Saiful Hidayat Dirut BPJS bertanggung jawab dan mundur dari jabatannya," tegas Jojo sapaan akrab Joko Priyoski yang juga Presidium Barisan Aktivis Indonesia (BARKINDO).

Menurut KAMAKSI, BPJS Ketenagakerjaan seharusnya bertugas dan berfungsi menyelenggarakan program jaminan sosial bagi tenaga kerja di Indonesia, yang mencakup pendaftaran peserta, pengelolaan iuran, serta pelaksanaan lima program utama perlindungan ekonomi pekerja.
Kasus dugaan kekerasan dalam kegiatan pembekalan/orientasi instansi publik menjadi perhatian serius masyarakat karena mencederai komitmen perlindungan ketenagakerjaan yang seharusnya menjadi fokus utama lembaga BPJS Ketenagakerjaan, pungkas Aktivis KAMAKSI.
Sumber : Ketum DPP Kamaksi
Penulis : Tim | Editor : Tya