Sabtu, 26 September 2026

Kebakaran Hebat Ludeskan Rumah Di BTN Banjarwangun, Harta Benda Dan Dokumen Berharga Tak Tersisa

Adhyaksanews. -- --[ CIREBON, JABAR ], Adhyaksanews.com // Musibah kebakaran kembali menyisakan duka mendalam. Sebuah rumah milik Bumbunan Sihombing, di Blok C3 Nomor 09, BTN Banjarwangun, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, ludes dilalap api pada Sabtu sekitar pukul 15.30 WIB.

Kebakaran diduga bermula akibat korsleting listrik. Saat kejadian, kondisi rumah diketahui sedang kosong. Warga yang mengetahui adanya kebakaran segera mengambil langkah cepat dengan menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk mencegah api semakin meluas.

Sebanyak lima unit kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Dua unit berasal dari Pemkot Cirebon, dua unit dari Kabupaten Cirebon, serta satu unit bantuan dari PT Arida. Petugas PLN juga turun ke lokasi untuk melakukan penanganan terkait jaringan listrik.

Meski upaya pemadaman dilakukan, kobaran api mengakibatkan hampir seluruh bagian rumah beserta barang-barang di dalamnya hangus terbakar. Dokumen-dokumen penting, termasuk surat-surat berharga dan ijazah, turut menjadi korban amukan api.

Bagi keluarga Bumbunan Sihombing, kejadian tersebut bukan sekadar kehilangan bangunan. Rumah yang menjadi tempat berteduh dan menyimpan berbagai kenangan kini hanya menyisakan kepiluan.

Terlebih, pemilik rumah diketahui memiliki dua anak yang masih bersekolah. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Bumbunan sehari-hari bekerja dengan berjualan sayuran di wilayah Kesambi, Kota Cirebon.

Kerugian material akibat kebakaran tersebut hingga kini belum dapat ditaksir. Pemilik rumah masih dalam kondisi trauma setelah menghadapi musibah yang menghanguskan hampir seluruh harta benda dan dokumen keluarganya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kebakaran dapat terjadi sewaktu-waktu dan dalam hitungan menit mampu mengubah sebuah rumah menjadi puing-puing.

Kini, keluarga korban tidak hanya menghadapi kehilangan harta benda, tetapi juga harus memikirkan kembali keberlangsungan kehidupan dan pendidikan kedua anaknya.

Di balik kobaran api yang padam, ada keluarga yang harus memulai kembali kehidupan dari hampir titik nol.(Agus) 

| Editor : Koni Setiadi