Sabtu, 19 September 2026

Jejak Pengabdian Wahyu Supriyo Winurseto : Mengawal Infrastruktur Dari Barat Hingga Timur Indonesia

SULUT,  Adhyaksanews. -- --Di tengah tuntutan masyarakat akan infrastruktur yang berkualitas, nama Wahyu Supriyo Winurseto, S.T., M.Eng., muncul sebagai salah satu aparatur sipil negara (ASN) yang konsisten menunjukkan kinerja gemilang. Pria dengan latar belakang teknik ini dikenal luas atas dedikasinya dalam memastikan setiap proyek pembangunan jalan dan jembatan berjalan sesuai harapan, membawa manfaat nyata bagi konektivitas masyarakat.

Dengan pengalaman panjang di Kementerian Pekerjaan Umum, ia menjelma menjadi sosok pemimpin yang tak hanya piawai dalam perencanaan, tetapi juga sigap di lapangan, mencerminkan sosok ASN yang amanah dalam mengemban tanggung jawab negara.

Karier Wahyu di dunia infrastruktur semakin menanjak ketika dipercaya memimpin Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten untuk periode 2023–2025. Di Provinsi Ujung Kulon ini, ia mencatatkan sejumlah prestasi besar, terutama dalam memastikan kesiapan ruas jalan nasional menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2024. Di bawah komandonya, BPJN Banten bergerak cepat melakukan pemeliharaan dan rekayasa lalu lintas, sehingga pemudik dapat melintasi jalur selatan Banten dengan aman dan nyaman.

Fokus utamanya saat itu adalah menjaga kemantapan jalan nasional, sebuah tugas fundamental yang menjadi kunci kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Setelah masa pengabdiannya di Banten berakhir, Wahyu tidak lantas beristirahat dari hiruk-pikuk pembangunan. Ia kembali dipercaya untuk mengemban tugas baru sebagai Kepala Balai Sistem Jaringan dan Lingkungan (BSJL). Posisi strategis ini menuntutnya untuk berpikir lebih luas lagi dalam mengelola sistem jaringan jalan dan aspek lingkungan di sekitarnya. Meski berpindah tugas, semangatnya untuk menghadirkan infrastruktur yang berkelanjutan tak pernah padam, membuktikan bahwa seorang pemimpin sejati akan terus berkarya di mana pun ia ditempatkan.

Namanya kembali mencuat ketika ia ditugaskan di ujung utara Indonesia, yakni di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara. Di sini, Wahyu dipercaya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II. Dengan sigap ia langsung terjun mengawal proyek-proyek strategis, terutama yang bersumber dari Program Inpres Jalan Daerah (IJD) Tahun 2025.

Kehadirannya di lapangan menjadi motor penggerak bagi tim untuk bekerja cepat dan tepat sasaran, memastikan anggaran negara benar-benar memberikan dampak optimal bagi masyarakat.

Salah satu bukti nyata prestasinya di Sulawesi Utara adalah suksesnya penyelesaian Peningkatan Jalan Dalapuli–Dalapuli Barat. Ruas sepanjang 1,643 kilometer yang terletak di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara kini telah bertransformasi menjadi jalan yang berkualitas. Proyek ini bukan sekadar aspal dan beton, melainkan urat nadi baru yang meningkatkan konektivitas antarwilayah, memudahkan akses warga menuju pusat ekonomi, serta membuka keterisolasian daerah. Keberhasilannya ini menjadi bukti nyata bahwa dirinya mampu mengelola proyek infrastruktur dari hulu ke hilir dengan penuh tanggung jawab.

Namun, dedikasi Wahyu tidak hanya berhenti pada urusan teknis konstruksi. Ia percaya bahwa pembangunan infrastruktur juga harus dibarengi dengan kedekatan emosional dengan masyarakat sekitar. Pada Maret 2025, di sela-sela kesibukan mengawal proyek, ia menginisiasi pendirian Posko Mudik Lebaran di Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Di posko tersebut, tim yang dipimpinnya tidak hanya siaga memberikan informasi, tetapi juga berbagi takjil kepada para pengguna jalan yang sedang dalam perjalanan. Aksi sosial ini menambah nilai lebih pada sosoknya sebagai pemimpin yang humanis dan hadir di tengah masyarakat.

Perjalanan karier Wahyu dari Banten, kemudian ke BSJL, hingga kini di Sulawesi Utara, menggambarkan profil ASN yang adaptif dan berintegritas. Ia mampu membawa nilai-nilai kepemimpinan yang sama di setiap tempat tugasnya: transparansi, ketepatan waktu, dan kualitas hasil. Ketika ditunjuk sebagai PPK di Sulut, ia tak segan turun langsung ke lokasi terpencil untuk memastikan progres pembangunan sesuai spesifikasi. Sikapnya yang amanah dalam menjaga kepercayaan negara ini patut menjadi teladan bagi aparatur lainnya.

Dengan berbagai pencapaiannya, Wahyu Supriyo Winurseto menjadi bukti bahwa ASN yang amanah mampu menjawab tantangan zaman. Ia tak hanya menjadi motor pemacu pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah timur Indonesia, tetapi juga menciptakan sinergi antara kualitas pekerjaan dan pelayanan publik. Semangatnya yang tak kenal lelah selaras dengan motto Kementerian Pekerjaan Umum untuk terus berkarya bagi negeri. Ke depan, publik tentu berharap banyak agar sosok seperti Wahyu terus mendapatkan ruang untuk berkontribusi lebih luas. Dengan rekam jejak yang solid di BPJN Banten dan kini di Sulawesi Utara, ia adalah representasi dari aparatur negara yang tidak hanya bekerja karena perintah, tetapi karena panggilan jiwa untuk membangun Indonesia. Di tangannya, setiap ruas jalan bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol konektivitas dan kemajuan yang dihadirkan oleh tangan-tangan amanah.( Debby)

| Editor : Koni Setiadi