Padang, Adhyaksanews. -- -- Lembaga Advokasi Kebudayaan Adat Minangkabau (LAKAM) menegaskan komitmennya menjaga marwah adat Minangkabau dengan tetap bersinergi bersama nilai-nilai ukhuwah Islamiyah, sebagaimana falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS–SBK).
Ketua Umum DPP LAKAM, Azwar Siri, SH, MEd, CPL, menyampaikan bahwa adat dan syariat tidak boleh dipertentangkan, melainkan harus berjalan seiring sebagai jati diri orang Minangkabau. Menurutnya, ABS–SBK bukan sekadar slogan, tetapi pedoman hidup yang harus diwujudkan dalam sikap, kebijakan, dan tindakan nyata.
“LAKAM hadir untuk menjaga marwah adat Minangkabau tanpa keluar dari koridor ukhuwah Islam. Adat adalah identitas, syarak adalah pedoman. Keduanya menyatu dan saling menguatkan,” tegas Azwar Siri dalam keterangannya.
Ia menilai, tantangan globalisasi dan degradasi nilai budaya menuntut peran aktif lembaga adat untuk menjadi benteng moral dan kultural masyarakat. LAKAM, kata dia, berkomitmen melakukan advokasi, edukasi, serta penguatan peran ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, dan generasi muda agar nilai ABS–SBK tetap hidup di tengah masyarakat.
Azwar juga menekankan pentingnya sinergi dengan seluruh elemen umat Islam, pemerintah, serta organisasi kemasyarakatan demi menjaga persatuan dan mencegah konflik yang dapat merusak tatanan adat dan keutuhan sosial.
“Ukhuwah Islamiyah adalah kekuatan. Jika adat dijaga dengan ruh keislaman, maka Minangkabau akan tetap kokoh, bermartabat, dan berdaulat secara budaya,” ujarnya.
LAKAM berharap nilai ABS–SBK terus menjadi landasan bersama dalam membangun Sumatera Barat yang beradat, beriman, dan berkeadaban.(*)
| Editor : Koni Setiadi