Palopo, Adhyaksanews. -- --Pendidikan advokasi menjadi salah satu upaya membangun kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan yang kritis dan bertanggung jawab. Berangkat dari semangat tersebut, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen Universitas Muhammadiyah Palopo menyelenggarakan Kelas Pendidikan Advokasi dengan mengusung tema "Lahirkan Gagasan, Kawal Perubahan, Lawan Pembungkaman" yang dilaksanakan pada Jumat–Minggu, 3–5 Juli 2026.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ibu Dr. Asriany, S.E., M.M., selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Palopo. Turut hadir sejumlah tamu undangan dari berbagai lembaga kemahasiswaan, serta diikuti oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palopo yang memiliki minat untuk memperdalam wawasan mengenai advokasi dan gerakan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Dr. Asriany menyampaikan bahwa kegiatan seperti Kelas Pendidikan "Kegiatan seperti ini sangat penting untuk diikuti oleh mahasiswa. Di sinilah mahasiswa dapat memperoleh ilmu, pengalaman, serta memahami bagaimana menjalankan peran sebagai agen perubahan secara bertanggung jawab," ungkapnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi yang membahas konsep dasar advokasi, teknik mengkaji isu, strategi penyampaian aspirasi, hingga pemahaman mengenai mekanisme demokrasi dalam menyampaikan pendapat. Materi-materi tersebut dirancang agar peserta mampu memahami proses advokasi secara komprehensif, baik dalam lingkup kampus maupun isu-isu pemerintahan.
Sebagai puncak kegiatan, pada hari terakhir seluruh peserta yang didampingi oleh tim fasilitator melaksanakan simulasi aksi penyampaian pendapat di depan Kampus Universitas Muhammadiyah Palopo. Simulasi ini menjadi bentuk implementasi dari materi yang telah diterima selama kegiatan berlangsung. Melalui simulasi tersebut, peserta belajar mengenai tata cara menyampaikan aspirasi secara tertib, etis, serta sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ketua Umum HMPS Manajemen Universitas Muhammadiyah Palopo, Hasbullah, dalam orasinya menegaskan bahwa Kelas Pendidikan Advokasi merupakan langkah nyata dalam proses pengkaderan organisasi. Mahasiswa harus mampu mengkaji isu secara objektif dan mendalam. Turun ke jalan bukanlah tujuan utama, melainkan salah satu bentuk penyampaian aspirasi yang dilakukan setelah melalui proses kajian serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Sebagai agen perubahan, mahasiswa harus mampu menghadirkan gagasan dan solusi bagi masyarakat," tegasnya.
Melalui penyelenggaraan Kelas Pendidikan Advokasi ini, HMPS Manajemen Universitas Muhammadiyah Palopo berharap dapat melahirkan mahasiswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami mekanisme advokasi secara benar, serta mampu mengawal setiap perubahan melalui cara-cara yang demokratis, intelektual, dan bertanggung jawab. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang berkelanjutan dalam mencetak kader-kader mahasiswa yang peka terhadap persoalan sosial, kampus, maupun kebangsaan.(RR)
| Editor : Koni Setiadi