Penyak,Bangka Tengah Adhyaksanews.com Rabo12/11/2025
Nilai Proyek: Rp25,37 Miliar (APBN 2025)
Pelaksana: PT Mitra Ciasem Raya
Konsultan Pengawas: PT Perancang Adhinusa
Tanggal Investigasi: 9 November 202
LATAR BELAKANG
Proyek pembangunan pengaman pantai di Desa Penyak, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, dengan anggaran Rp25,37 miliar bersumber dari APBN Tahun 2025, kini menjadi sorotan publik.
Tim Jurnalisme Info melakukan investigasi lapangan dan menemukan indikasi kuat adanya penyimpangan terhadap Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lokasi proyek tersebut.
Temuan ini menimbulkan kekhawatiran akan kualitas hasil pekerjaan serta potensi kerugian negara.
. TEMUAN INVESTIGATIF
Hasil penelusuran dan konfirmasi di lapangan mengungkap sejumlah indikasi penyimpangan penting:
1. Material Tidak Sesuai SNI
Pasir yang digunakan tidak melalui uji laboratorium untuk memastikan mutu material.
Material disimpan tanpa perlindungan dari cuaca, sehingga berpotensi terkontaminasi lumpur dan kotoran.
Kondisi ini dapat mengurangi daya rekat dan kekuatan beton secara signifikan.
2. Air Pengecoran Tidak Melalui Proses ACCE (Advanced Concrete Control Engineering)
Air yang digunakan dalam pengecoran tidak memenuhi standar kualitas beton.
Akibatnya, kekuatan struktur berpotensi menurun dan keretakan dini pada konstruksi bisa terjadi.
3. Pelaksanaan Pekerjaan Tidak Sesuai Prosedur Teknis
Ditemukan indikasi pengerjaan tergesa-gesa demi mengejar target waktu.
Pengawasan lapangan lemah, sehingga mutu pekerjaan terabaikan
4. Keterangan dari Sumber Internal
Seorang pekerja proyek, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkap adanya tekanan agar pekerjaan segera diselesaikan tanpa memperhatikan kualitas material.
> “Yang penting proyek selesai. Soal kualitas nanti saja,”
ujar sumber internal dengan nada prihatin.
. POTENSI DAMPAK
Aspek Dampak Potensial
Kualitas Konstruksi Penurunan daya tahan dan umur bangunan
Keselamatan Publik Risiko kegagalan struktur (retak, runtuh dini)
Keuangan Negara Potensi kerugian negara akibat pekerjaan tidak sesuai spesifikasi
Akuntabilitas Proyek Menurunnya kepercayaan publik terhadap pengelolaan proyek APBN
PERMINTAAN TINDAKAN
Berdasarkan temuan di atas, Tim investigasi Adhyaksanews Info mendesak agar:
1. Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung segera melakukan penyelidikan awal (early investigation) terhadap pelaksanaan proyek ini.
2. Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR dan APIP Provinsi Babel melakukan audit teknis atas material, metode kerja, serta hasil konstruksi di lapangan.
3. PT Mitra Ciasem Raya (kontraktor pelaksana) dan PT Perancang Adhinusa (konsultan pengawas) memberikan klarifikasi terbuka kepada publik.
4. Semua pihak terkait wajib menjunjung transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam pelaksanaan proyek yang menggunakan dana publik.
PENUTUP
Proyek yang dibiayai dengan uang rakyat harus dilaksanakan sesuai standar mutu, etika, dan integritas tinggi.
Setiap pengabaian terhadap standar konstruksi bukan hanya pelanggaran teknis, melainkan dapat dikategorikan sebagai penyimpangan yang merugikan keuangan negara.
Tim investigasi Adhyaksanewd Info akan terus melakukan pemantauan dan pendalaman data serta siap menyerahkan bukti pendukung kepada aparat penegak hukum bila diperlukan.
Tim Adhyaksanewd.com//A2s//Bangka Belitung
