Kalteng, Adhyaksanews. -- --Tim Media Adhyaksa News melakukan penelusuran langsung ke Desa Pujon, RT 6 Bukit Pilau, yang berada di pinggir Jalan Lintas Pujon–Jangkang, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.( Senin,08/06/2026 ).
Penelusuran ini dilakukan menyusul laporan masyarakat terkait dugaan adanya aktivitas penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi dalam skala besar di sebuah rumah yang diduga difungsikan sebagai gudang penyimpanan.
Setibanya di lokasi, tim menemukan sebuah bangunan rumah berukuran besar yang oleh warga sekitar disebut sebagai tempat penumpukan solar subsidi. Namun, saat hendak melakukan konfirmasi kepada pemilik yang diketahui berinisial Yadi, tim investigasi tidak berhasil bertemu hingga berita ini diterbitkan.
Di lokasi tersebut, tim juga sempat mewawancarai seorang pekerja bangunan yang berada di samping rumah yang diduga menjadi gudang penimbunan. Pekerja yang enggan disebutkan namanya itu menyampaikan bahwa bangunan tersebut memang kerap digunakan sebagai tempat penimbunan solar bersubsidi.
" Ia juga mengungkapkan keresahan masyarakat setempat terkait harga solar subsidi yang dijual dengan harga jauh lebih tinggi dari ketentuan yang berlaku. Kondisi ini dinilai merugikan masyarakat kecil yang seharusnya menjadi penerima manfaat subsidi.
Warga berharap agar persoalan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah dan aparat penegak hukum. Mereka meminta agar praktik dugaan penimbunan BBM bersubsidi tersebut segera ditindaklanjuti.
Tim Investigasi Nasional Media Adhyaksa News juga menyampaikan permohonan kepada Kapolda Kalimantan Tengah untuk segera mengambil langkah tegas terhadap dugaan pelanggaran tersebut. Jika tidak ada respons dan tindakan nyata, pihak media menyatakan akan meneruskan laporan ini ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk kepada Kapolri dan Jaksa Agung Republik Indonesia.
Sebagai bagian dari laporan, tim investigasi turut mendokumentasikan kondisi bangunan yang diduga menjadi lokasi penimbunan dalam bentuk foto yang akan dilampirkan dalam pemberitaan ini.
Penulis : Ratna
| Editor : Koni Setiadi