Adhyaksanews. -- --[MEDAN], Program TITIK KUMPUL - Warung Mak Cik Long TVRI Sumatera Utara yang tayang Rabu, 16 September 2026, Pukul 15.00 WIB sukses mengupas tuntas bahaya Konten X (Konten Pornografi) yang kini mengancam anak-anak di Sumatera Utara.
Hadir dua narasumber utama: Dr. Andi, S.Kom., S.H., M.M. Ketua Umum Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak Sumatera Utara (LPPA Sumut) dan Yopi Rachmad, S.Pd.,M.Si Pemerhati Media Sosial. Keduanya tampil kompak bersama host Makcik Long dan Bang Dika di studio TVRI Sumut Jalan Putri Hijau Medan.
Ketua LPPA Sumut Dr. Andi, S.Kom., S.H., M.M. dengan tegas menyebut konten pornografi adalah kejahatan serius terhadap anak.
"Konten X itu bukan konten biasa, itu RACUN. Racun bagi otak anak, racun bagi moral, dan racun bagi masa depan. LPPA Sumut banyak menangani kasus anak SD dan SMP sudah kecanduan konten pornografi," tegas Dr. Andi.
Dr. Andi membeberkan dampaknya sangat berbahaya:
"Anak yang terpapar konten X akan tidak fokus belajar, kecanduan, meniru adegan dewasa, hingga berpotensi menjadi pelaku atau korban kekerasan seksual. Ini darurat!"
Ia juga menyoroti modus penyebaran konten X yang kini semakin licik, menyusup lewat game online, iklan judi, hingga link grup WhatsApp.
"Saya minta orang tua di Sumatera Utara, jangan kasih gadget tanpa pengawasan. Dan kalau anak sudah terlanjur terpapar, segera lapor ke LPPA Sumut. Kami siap dampingi secara gratis," ujar Dr. Andi.
Yopi Rachmad: Lawan Konten X Butuh Ekosistem, Orang Tua Jadi pelindung utama.
Sementara itu, Yopi Rachmad, S.Pd.,M.Si menambahkan, melawan konten X tidak bisa parsial, harus membangun ekosistem pengawasan.
"Ini seperti ekosistem. Tidak bisa diserahkan ke sekolah saja atau pemerintah saja. Kuncinya ada di rumah. Orang tua harus jadi firewall pertama untuk anak," ungkap Yopi.
Yopi menjelaskan 3 lapis ekosistem yang wajib dibangun orang tua:
1. Ekosistem Teknologi: Aktifkan Family Link, SafeSearch, Restricted Mode, dan cek riwayat browser anak secara rutin.
2. Ekosistem Komunikasi: Jangan langsung marah jika anak terpapar. Bangun komunikasi terbuka agar anak berani cerita.
"Kalau kita marah, anak akan sembunyi. Kalau kita edukasi, anak akan jujur," kata Yopi.
3. Ekosistem Lingkungan: Orang tua harus bersinergi dengan guru, lingkungan, dan komunitas untuk memastikan pergaulan anak aman.
Acara ditutup dengan foto bersama seluruh bintang tamu dan host sambil menunjukkan salam khas Titik Kumpul. Program ini mendapat antusias tinggi dari pemirsa yang menyaksikan langsung di TVRI Sumatera Utara.(red)
| Editor : Koni Setiadi