Senin, 14 September 2026

Bali Dihebohkan Oleh Peristiwa "Darah Rias Agung Pengantin"

Adhyaksanews. -- --[BALI] Seorang gadis yang merupakan anak tunggal dari pengusaha kaya di kota Denpasar, satu-satunya pewaris tunggal dari semua kekayaan bapaknya, diam-diam mencintai seorang lelaki yang bekerja sebagai buruh di perusahaan bapaknya.

Begitu juga lelaki itu sangat mencintai sang gadis yang adalah anak dari sang boss tempatnya bekerja. 

Lama-kelamaan sang bapak pun mengetahui hubungan asmara antara putri semata-wayangnya dengan salah satu buruh di perusahaannya itu.

Tentu saja sang bapak tidak merestui hubungan ini. Perbedaan faktor ekonomi yang menjadi sebabnya.

Dengan alasan tidak selevel, tidak sepadan antara sang gadis yang juga calon dokter, anak pengusaha, sementara lelaki itu hanya buruh yang tidak tamat SMA dan anak dari keluarga miskin.

Namun inilah cinta, bak *Jayaprana* dan *Layonsari*. Sudah beberapa kali putrinya meminta dan memohon agar merestui hubungan cinta mereka, tetapi sang bapak tetap bersikukuh dengan keputusannya. Bahkan mengancam akan memecat lelaki itu dari pekerjaannya, jika tidak memutuskan hubungan asmara dengan putrinya.

Namun keputusan sang bapak tidak memudarkan hubungan cinta mereka. Mereka tetap melanjutkan hubungan mereka dan bahkan semakin serius berencana kawin lari.

Akhirnya gadis itu pergi meninggalkan rumah bersama si lelaki walau sang gadis tahu kehidupannya akan sengsara. Namun itu tidak menghalangi niatnya untuk minggat dari rumah.

Apapun keputusan bapaknya tidak ia pedulikan. Cinta telah membawanya pada rencana mengarungi bahtera yang bergelora.

Bapaknya kebingungan mencari kemana-mana. Berbagai cara dia tempuh untuk mengetahui keberadaan putrinya.

Akhirnya dia menyadari apa yang dilakukannya selama ini telah melukai hati putrinya.

Dia pun segera menulis permintaan maafnya di beberapa media sosial... facebook, twitter, whatsapp... _“Anakku sayang, maafkan ayah, Nak. Ayah tahu cinta kalian tak dapat dipisahkan. Pulanglah, Nak... auah merestui kalian."

Isi permintaan maaf itu akhirnya terbaca oleh sang anak gadis dan dia pun pulang menemui bapaknya ditemani lelaki kekasihnya.

Tentu saja kedatangan mereka disambut dengan tangan terbuka oleh keluarga sang gadis.

Hari berganti hari, persiapan pernikahan pasangan kekasih itu hampir rampung semua. 

Satu hari sang calon pengantin tengah berada di Salon Rias di Jl. Gajahmada Denpasar untuk _fitting_ ukuran baju pengantin mereka.

Ketika sang gadis itu tengah mencoba rias agung pengantinnya, sang lelaki kekasihnya pamit untuk membeli minuman di sebuah minimarket yang terletak di seberang salon.

Ketika lelaki ini menyeberang jalan Jl. Gajahmada, tanpa diduga sebuah truck berkecepatan tinggi melintas dan menabraknya. Pemuda itu terpental cukup jauh.

Sang gadis yang melihat kejadian itu segera berlari ke arah lokasi kecelakaan, dan menangis histeris memeluk kekasihnya.

Naas, pemuda itu langsung meninggal di tempat kejadian.

Darah terus mengalir dari tubuh pemuda itu, membasahi pakaian putih rias agung pengantin sang gadis, hingga akhirnya sang gadis pun tak sadarkan diri.

Besok harinya, jenazah lelaki kekasihnya dikebumikan.

Malam setelah pemakaman, ibu sang gadis bermimpi didatangi seorang nenek tua yang menyuruhnya untuk segera membersihkan noda darah sang pemuda yang menempel pada pakaian putih rias pengantin sang gadis.

Namun sang ibu menganggap itu bukan sesuatu yang serius dan mengabaikannya.

Namun pada malam kedua, giliran sang bapak yang bermimpi didatangi nenek tua yang juga memintanya untuk membersihkan noda darah itu.

Karena merasa ada keganjilan, mereka pun coba menghilangkan noda darah itu. Namun meskipun dicuci berulang-ulang hingga hari ke-6, darah itu tidak pernah bisa bersih/hilang dari pakaian putih pengantin sang gadis.

Malamnya giliran sang gadis yang bermimpi didatangi nenek tua. Nenek itu mengancam akan membunuh sang gadis apabila sampai hari ke-7 setelah pemakaman, noda darah pada pakaian putih rias pengantin itu belum juga bersih.

Malam itu, tidak seperti biasanya, rumah sang gadis terasa sepi dan sunyi.

Tiba-tiba terdengar pintu depan digedor dari luar.

Di tengah ketakutan, dengan memberanikan diri, gadis itu mencoba membuka pintu...

Di hadapannya berdiri seorang nenek tua yang pernah datang dalam mimpinya. Hampir pingsan gadis itu terjatuh lunglai tak berdaya.

"Siapa kamu??? Mau apa ke sini???"_, tanya sang gadis dengan gemetar.

Bukannya menjawab pertanyaan sang gadis, nenek itu malah mendekat.

"Nenek hanya ingin memberikan ini, Nak..."_, ujar sang nenek melemparkan sebuah bungkusan ke arah sang gadis.

"Ini apa???"_, tanya sang gadis semakin ketakutan dan gemetar. 

Dengan suara lirih nenek itu menjawab, _"Itu *Rinso Anti Noda*, untuk membersihkan noda yang membandel."

Serius Amat ya Bacanya , Hayooo Ngopi Dulu yuuuk... ☕

| Editor : Koni Setiadi