Adhyaksanews. -- --[LAMPUNG UTARA], Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat mendorong dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Tak terkecuali pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di Sekolah Luar Biasa (SLB).
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Digitalisasi Pembelajaran yang dilaksanakan di SLB Negeri Sukamaju, Kecamatan Abung Semuli, Kabupaten Lampung Utara, Jumat (28 Agustus 2026)
Kepala SLB Negeri Sukamaju, Munir, S.Ag., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menunjang proses pembelajaran.
Menurutnya, kegiatan Bimtek dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan tiga satuan pendidikan. Masing-masing sekolah mengirimkan sebanyak 15 guru sebagai peserta.
“Pesertanya ada 45 guru. Dari SMA Negeri 2 Kotabumi sebanyak 15 orang, SMK Negeri 2 Kotabumi 15 orang dan dari SLB Negeri Sukamaju juga 15 orang,” ujar Munir. Ketika di wawancarai ruang kerjanya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bergantian di masing-masing sekolah. Kegiatan dimulai pada Rabu di SMA Negeri 2 Kotabumi, dilanjutkan Kamis, dan ditutup pada Jumat di SLB Negeri Sukamaju.
Munir menilai penguasaan teknologi digital saat ini bukan lagi sekadar kemampuan tambahan bagi seorang guru. Di tengah perkembangan zaman, guru dituntut mampu mengikuti perubahan teknologi agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan menarik.
“Untuk meningkatkan kemampuan guru-guru di bidang digitalisasi sesuai dengan kemajuan zaman. Digitalisasi pada saat ini merupakan ilmu yang wajib dikuasai oleh guru pada zaman ini,” katanya.
Menariknya, menurut Munir, kebutuhan penguasaan teknologi tersebut juga berlaku bagi guru yang mengajar di SLB. Meskipun karakteristik peserta didik di SLB berbeda dengan sekolah umum, pemanfaatan teknologi justru dapat menjadi salah satu instrumen pendukung dalam memberikan pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa.
“Walaupun sekolahnya SLB, tetapi guru-gurunya harus mampu juga,” tegasnya.
Ia berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh para guru dalam kegiatan tersebut tidak berhenti pada kegiatan Bimtek saja. Ilmu yang didapat diharapkan dapat langsung diterapkan dalam proses belajar mengajar di sekolah.
“Harapan kita terutama guru SLB agar mampu menerapkan pembelajaran digitalisasi ini ke SLB, supaya nantinya menjadi ilmu yang bermanfaat bagi guru sendiri, bahkan terutama kepada siswa SLB Negeri Sukamaju,” jelasnya.
Khusus di SLB Negeri Sukamaju, sebanyak 15 guru mengikuti kegiatan tersebut. Munir berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan pembelajaran berbasis digital sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik.
“Tentu kita harapkan guru-guru dapat memberikan pembelajaran via digital kepada anak-anak atau siswa,” pungkasnya.
Dengan penguatan kompetensi digital tersebut, SLB Negeri Sukamaju diharapkan dapat terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus menghadirkan proses pembelajaran yang lebih inovatif, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.(*)
| Editor : Koni Setiadi