Adhyaksanews. -- --Hari ini 20 Februari 2026, tepat setahun seluruh pemerintahan daerah, dari 38 Propinsi maupun 514 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia, di lantik oleh Pesiden Prabowo. Tepatnya pada 20 Februari 2025. Peringatan yang seharusnya menjadi momentum untuk mulai mengukur plus minus selama setahun dalam gebrakan kinerja pemerintahan masing-masing daerah. Baik di tingkat Propinsi maupun tingkat Kabupaten/Kota 
Tidak ada proses kepemimpinan dari sebuah Pemerintahan yang sampai dengan selesai masa jabatan harus berakhir dengan sempurna. Apalagi pemimpin yang terpilih adalah pribadi yang di anggap minim pengalaman politik dan pengalaman pemerintahan. Namun semua akan berbanding terbalik dengan hasil kinerja yang baik dan sarat prestasi. Sehingga membuat seluruh lapisan masyarakat akan memberikan penilaian sebagai rapor positif atas berbagai program kerja yang berhasil di jalan dan di kerjakan dengan baik.
CHINTYA INGGRID KALANGIT, SKM, tidak terasa hari ini 20 Februari 2026 sudah setahun menakhodai negeri yang di juluki Karangetang, Mandolokang, Kolo-kolo, yaitu Kabupaten yang terbentuk dalam deretan 47 pulau, yang juga adalah sebuah daerah indah di utara bibir Pasifik. Kabupaten yang mempunyai Jargon Pemerintahan "MASADADA" (Maju, Sejahtera, Damai dan Dahsyat). Satu-satunya kepala daerah wanita di Sulawesi Utara ini, di beri julukan oleh masyarakat Sitaro "Srikandi Dari Nusa Utara." Pribadi pemimpin wanita yang tidak pernah tinggal diam dan dan tak pernah takut, walaupun daerah yang di pimpinnya adalah sebuah daerah kepulauan yang banyak kali harus berjibaku dan berhadapan dengan keras ombak lautan.
Fokus terhadap perbaikan pelayanan dan percepatan pembangunan infrastruktur. Dalam refleksi setahun kepemimpinan tercatat sejumlah capaian signifikan. Dan juga, ada banyak prestasi dan penghargaan dari berbagai bidang yang di rasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Sitaro. Sekalipun di awal bulan Februari tahun ini harus mengalami bencana yang tak terduga, yaitu banjir bandang di beberapa desa yang ada di Pulau Siau.
Catatan prestasi Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Sitaro yang sangat membuat terkesan dan membuat kekaguman bagi masyarakat Kabupaten Sitaro yaitu program kerjasama dengan Pemerintah Pusat adalah relokasi masyarakat Pulau Ruang ke Desa Modisi di Kabupaten Balaang Mangondow Selatan. Program ini sudah terlaksana dengan baik karena di kerjakan dengan rancangan dan tata kelola fasilitas penunjang yang sempurna sehingga memberi nilai kepuasan bagi masyarakat Pulau Ruang yang di relokasi maupun seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Salah satu tokoh masyarakat Sitaro Edy Bogar memberi tanggapan atas kinerja pemerintahan CHINTYA INGGRID KALANGIT, SKM, "Satu tahun ini adalah pondasi untuk menuntun pemerintahan Sitaro dengan Jargon Masadada ini supaya menjadi lebih baik di masa pemerintahan ke depan." Edy Bogar juga menambahkan, "Akan lebih baik ke depan menjadikan kritik yang bersifat membangun dari semua masyarakat Sitaro untuk menjadi social control terhadap pemerintah untuk menjadi lebih bijak dalam menyelesaikan setiap persoalan yang ada kedepan" demikian ucap lelaki yang biasa di sapa Panglima ini menutup pernyataannya kepada Adhyaksa News.
Hari ini juga 20 Februari 2026, Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Sitaro merefleksikan satu tahun kepemimpinan dengan menggelar Upacara Adat Tulude. Kegiatan ada budaya warisan kearifan lokal sebagai Adat Ritual pengusir Bala. dan di harapkan lewat upacara adat ini semua masyarakat bersama Pemerintah berdoa untuk keberhasilan pelaksanaan semua program pemerintah dan semoga Sitaro jauh dari ancaman marabahaya dan bencana. Dengan demikian Kabupaten Kepulauan Sitaro ini menjadi salah satu daerah yang berdaya saing dan di perhitungkan baik di tingkat Nasional maupun di tingkat Internasional.( ERT.)
| Editor : Koni Setiadi