Pangkalpinang ,Adhyaksanews.com di tengah maraknya fasilitas kesehatan modern, praktik pengobatan tradisional tetap mendapat tempat di hati masyarakat. Salah satunya adalah pengobatan kampung milik Pak Ari yang berlokasi di Gang Keranji, Merapen, Pangkalpinang.
Tempat ini sudah dikenal luas masyarakat jauh sebelum rumah sakit berdiri di kawasan tersebut.
Metode pengobatan di tempat Pak Ari meliputi pijit refleksi, totok saraf, akupuntur, serta terapi tradisional lainnya. Uniknya, pengobatan ini tidak mematok tarif biaya, melainkan seikhlasnya dari pasien, sehingga sangat membantu masyarakat dari berbagai kalangan ekonomi.
Meski tanpa papan nama, kediaman Pak Ari tak pernah sepi pengunjung. Setiap harinya, lebih dari 100 pasien datang untuk berobat dengan berbagai keluhan penyakit. Bahkan, pasien datang dari luar daerah seperti Bangka Barat hingga Palembang (Sumatera Selatan).
Praktik pengobatan dimulai sejak pukul 09.00 WIB pagi hingga malam hari, dan antrean panjang menjadi pemandangan biasa.
Salah satu pasien, Ibu Ani dari Paret 3 Jebus, mengaku telah merasakan manfaat besar dari pengobatan tersebut.
> “Pertama kali saya datang, Pak Ari memeriksa gejala melalui jari tangan dan pembuluh darah. Setelah tahu penyakitnya, beliau melakukan pijatan dan totok saraf dengan alat kayu serta minyak tradisional. Dulu lambung saya sering sakit, tapi sekarang sudah sembuh. Saya tetap rutin datang untuk pengecekan,” ujar Ibu Ani.
Warga sekitar menilai, keberadaan pengobatan kampung seperti ini sangat membantu masyarakat kecil, terutama karena biayanya sukarela dan hasilnya dirasakan langsung.
Mereka berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian dan fasilitasi bagi pengobatan tradisional seperti ini agar tetap lestari dan bisa terus melayani masyarakat luas.
Tim investigasi
Adhyaksanews.com/Bangka Belitung
---
Penulis : Ansori | Editor : A2s 