Adhyaksanews. -- -- Sulawesi Utara || Lembaga Swadaya Masyarakat Independen Nasionalis Anti Korupsi (LSM-INAKOR) dan Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) Sulawesi Utara bersatu untuk mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI agar segera mengirimkan Tim Khusus ke Kota Manado. Dalam pernyataan tegas mereka, kedua LSM ini menyoroti dua proyek besar yang diduga sarat dengan masalah: Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) senilai Rp24 Miliar yang dikerjakan oleh PT DUTA TUNGGAL JAYA dan Proyek Pembangunan Rusunawa Pendidikan Manado (DAU) senilai Rp11 Miliar oleh PT GOMAR.


Diduga kuat, kedua proyek ini tidak hanya mengalami keterlambatan dalam pengerjaan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian negara yang signifikan. Proyek SPAM yang seharusnya menjadi solusi strategis bagi kebutuhan air bersih masyarakat Manado, kini terancam terhambat dan mangkrak. Tak jauh berbeda, proyek pembangunan Rusunawa Pendidikan yang direncanakan untuk mendukung dunia pendidikan juga menuai kekecewaan karena pelaksanaannya yang dianggap tak sesuai ketentuan.

LSM-INAKOR dan LAMI menuntut KPK untuk mengambil langkah cepat dalam melakukan penelitian dan peninjauan lapangan guna mengungkap fakta di balik proyek-proyek ini. Masyarakat Sulawesi Utara menunggu respons dan tindakan tegas dari KPK agar penegakan hukum dalam pengelolaan anggaran publik dapat terlaksana demi menjaga kepentingan bersama.
Penulis : SArel Moningka | Editor : Tya