Wamena, Adhyaksanews. -- --Ketua Paguyuban Kalimantan sekaligus tokoh pendidikan di Papua Pegunungan, Dr. Rasinus, mengecam keras tindakan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua yang memusnahkan mahkota burung Cenderawasih dengan cara dibakar.
Dalam pernyataan resminya, Dr. Rasinus menyatakan bahwa meskipun penertiban terhadap kepemilikan satwa dilindungi merupakan langkah penting, tindakan pemusnahan dengan cara pembakaran dianggap tidak pantas dan melecehkan nilai budaya masyarakat adat Papua.
“Mahkota Cenderawasih bukan sekadar benda, tetapi simbol sakral dan kehormatan Orang Asli Papua (OAP) yang digunakan dalam berbagai upacara adat,” tegasnya. Ia menilai, mahkota tersebut seharusnya dimuseumkan sebagai warisan budaya, bukan dimusnahkan.
Dr. Rasinus juga mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mengevaluasi insiden tersebut dan mengambil langkah tegas terhadap pihak yang terlibat, karena dinilai mencerminkan ketidakhormatan terhadap kearifan lokal dan identitas budaya Papua.
Penulis : Dr. Rasinus | Editor : Marinus Haluka