Adhyaksanews. KAPUAS, Kalimantan Tengah – Kondisi jalan lintas provinsi di Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, semakin memprihatinkan. Sejumlah kilometer ruas jalan mengalami kerusakan parah hingga sulit dilalui kendaraan. Tak ingin terus terjebak dalam kondisi ini, warga setempat terpaksa bergotong royong mencari kayu untuk menutup lubang-lubang besar agar mobil dan motor tetap bisa melintas.
“Kami sampai harus gotong royong cari kayu supaya kendaraan bisa lewat. Kalau dibiarkan, jalan ini bisa semakin parah dan terputus,” ujar salah seorang warga yang ikut memperbaiki jalan dengan alat seadanya.
Yang jadi pertanyaan besar, bagaimana bisa jalan di Kalimantan Tengah provinsi yang kaya sumber daya alam dibiarkan rusak parah di berbagai titik..? Kabupaten Kapuas sendiri merupakan salah satu daerah penghasil terbesar di Kalteng, dengan hasil bumi bernilai miliaran rupiah per hari. Tambang batu bara telah bertahun-tahun beroperasi, menghasilkan jutaan ton per tahun, sementara dana CSR perusahaan mencapai miliaran rupiah.
Namun, ironisnya, jalan utama yang seharusnya menopang aktivitas ekonomi justru hancur tanpa perhatian serius dari pemerintah. Kondisi ini tak hanya menyulitkan warga, tapi juga menghambat distribusi barang dan jasa di wilayah tersebut.
Warga pun mulai mempertanyakan, ke mana aliran dana dari kekayaan alam yang terus dikeruk? Mengapa jalan lintas provinsi yang menjadi urat nadi ekonomi malah dibiarkan hancur..?

Masyarakat berharap ada tindakan nyata dari pemerintah daerah dan pusat untuk segera memperbaiki infrastruktur jalan ini. Jika dibiarkan terus seperti ini, bukan hanya ekonomi yang terganggu, tapi juga keselamatan para pengguna jalan yang terancam akibat medan yang semakin sulit dilalui.
Pemerintah, jangan sampai warga terus jadi korban janji tanpa realisasi. Infrastruktur yang layak adalah hak rakyat, bukan sekadar harapan.
Penulis : M. Tunjung | Editor : Tya