Jumat, 01 Mei 2026

GAM LUWU RAYA GELAR AKSI MAY DAY

Palopo,  Adhyaksanews. -- --Momentum memperingati Hari Buruh Internasional (MAY DAY),  Gerakan Aktivis Mahasiswa Luwu Raya (GAM), menggelar aksi unjuk rasa di pertigaan Trans Sulawesi Jl. Parum imbara I, Takkalala, kec, Wara Sel. Palopo, Jum'at (1/5/2026.

Para mahasiswa menunjuk rasa membentangkan spanduk yang bertuliskan Grend isu 'REBUT KEDAULATAN BURUH DARI GENGGAMAN PARA OLIGARKI', dan membawah sejumlah tuntutan. 1) Hapuskan sistem outsourcing. 2) Naikkan upah buruh. 3) revisi uu k3.

Dalam aksinya sejumlah mahasiswa yang bergantian orasi di jalan, sebagian dari mereka juga melumuri tubuh dengan cat merah, dan juga mereka menghentikan mobil truk untuk di jadikan panggung orasinya.

Jenderal lapang aksi, Gilang alfarezi, menyampaikan dalam orasinya bahwa "momentum hari buruh setiap tanggal 1 Mei atau sering di tandai dengan 'May Day' menjadi perjuangan kaum buruh".

Namun, rezim kekuasaan para oligarki malah mengkebiri apa yang menjadi jerih payah kaum buruh, dengan adanya sistem outsourcing, Ini membatasi pekerjaan pada aktivitas penunjang, bukan bisnis inti. Karyawan outsourcing digaji oleh perusahaan penyedia, bukan perusahaan pengguna. Pada 2026, aturan outsourcing akan kembali mengacu pada UU No. 13 Tahun 2003 yang diperketat, membatasi jenis pekerjaan, dan menetapkan sanksi, tegasnya.

Ahmad Hanifulla Panglima wilayah GAM Luwu Raya menambahkan. "Kita ketahui bersama bahwa upah merupakan hak dasar bagi kelas pekerja, sebab itu menyangkut agar bagaimana bisa memenuhi kebutuhan yang mendasar akibat inflasi, dan kenaikan harga pokok, sehingga perlu ada kenaikan upah yang menjadi penunjang pertumbuhan ekonomi, dan standar kebutuhan hidup layak," tutup Ahmad Hanifulla.(*) 

| Editor : Koni Setiadi