Kamis, 30 Juli 2026

Diduga Garap Lahan Warga Gunakan Alat Berat Pada Malam Hari Dan Ingkar Perjanjian, Warga Lepar Bakar Gudang Dan Mobil Milik PT SNS

Bangka Selatan,  Adhyaksanews. -- --Suasana mencekam melanda Pulau Lepar Pongok, Kecamatan Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan, Sabtu (30/8/2025). Massa dilaporkan membakar fasilitas milik PT.Swarna Nusa Sentosa (SNS) hingga menghanguskan kantor operasional dan satu unit kendaraan perusahaan.

Kemarahan warga dipicu akibat ulah pihak PT SNS yang di duga melakukan perluasan lahan pada malam hari yang menggunakan alat berat jenis Excavator (PC) yang sebelumnya sudah ada kesepakatan tidak ada perluasan lahan sebelum ada keputusan sesuai dengan perjanjian yang dimediasi dengan pihak DPRD Kabupaten Bangka Selatan kemarin, 

" Sesuai perjanjian, sebelum ada keputusan DPRD Bangka Selatan tidak ada perluasan lahan, kok tiba tiba pada malam hari melakukan perluasan tanpa ada pemberitahuan kepada masyarakat " Ujar salah satu warga (42) tahun yang tidak mau disebutkan namanya. 


Menurut dirinya, warga gerah dengan ulah pihak PT yang menggarap lahan warga yang seharusnya tidak boleh menggarap sebelum ada keputusan sesuai dengan perjanjian kemarin. 

" Dulu kan sudah sepakat, jika tidak ada perluasan lahan sebelum ada keputusan resmi dari DPRD Bangka Selatan, wajarlah jika masyarakat tidak menerima sehingga terjadi hal hal yang tidak diinginkan tersebut " Sambungnya. 


Senada Tanggapan dari seorang warga Lepar BN (40) Tahun seorang Petani Di Lepar mengatakan, permasalahan ini di picu dari ingkar dengan kesepakatan dan memaksakan diri untuk memperluas lahan mereka ( PT SNS) 

sehingga terjadi hal hal diluar dugaan seperti ini,


" Kemarahan warga dipicu melanggar kesepakatan yang sudah ditentukan beberapa tahun yang lalu, mereka ( PT SNS) memaksakan diri untuk memperluas lahan milik mereka, akhirnya terjadi hal seperti ini " Ucapnya. 

Camat Lepar Pongok, Fery Edward, membenarkan insiden tersebut saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp pukul 11.15 WIB. “Untuk kronologisnya saya tidak tahu. Tahu-tahu PT SNS sudah dibakar oleh massa,” ujarnya.

Fery menuturkan, usai menerima laporan ia langsung turun ke lokasi bersama Kapolsek Lepar Pongok dan jajarannya guna mengantisipasi agar situasi tidak semakin meluas. “Saat ini saya sudah di lapangan bersama Kapolsek dan anggota untuk melakukan pemantauan,” jelas Ferry, 

Sementara Pemicu kemarahan massa yang berujung pada aksi pembakaran. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan menghimpun keterangan dari warga sekitar.

Insiden ini menuai keprihatinan karena selain menimbulkan kerugian materi, juga dikhawatirkan memicu ketegangan sosial di masyarakat Pulau Lepar Pongok. Aparat mengimbau warga tetap tenang serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak berwenang.

Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa. “Kami berharap semua pihak menahan diri dan menyerahkan prosesnya kepada aparat,” pungkas Fery.(KS) 

| Editor : Koni Setiadi