Selasa, 28 Juli 2026

Dampak Pasar Malam Di Tebing Tinggi, Pedagang Lokal Mengeluh Pendapatan Menurun

Adhyaksanews. -- -- TEBING TINGGI — Keberadaan pasar malam di pusat kota Tebing Tinggi semakin menjadi perhatian masyarakat dan pelaku usaha setempat. Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, diketahui bahwa hanya sekitar 25 hingga 30 persen pedagang yang berasal dari warga lokal, yakni orang Tebing Tinggi, yang berjualan di dalam arena pasar malam tersebut. Sementara itu, sebagian besar pedagang yang berjualan di area pasar malam berasal dari luar kota Tebing Tinggi.

Hal ini menyebabkan pendapatan dari transaksi para pedagang di arena pasar malam sebagian besar dibawa keluar kota, sehingga tidak banyak memberi manfaat langsung bagi ekonomi warga setempat. Pendapat ini juga didukung oleh para pelaku usaha di sekitar lokasi, terutama di trotoar Lapangan Merdeka, yang mengeluhkan penurunan omset mereka. Mereka merasa pendapatan mereka semakin menurun karena area usaha mereka tertutupi oleh lahan parkir yang disediakan khusus untuk pengunjung pasar malam, yang dikelola oleh pihak lain.

Selain itu, para pedagang UMKM di pusat jajanan seperti di Jalan Suprapto juga merasakan dampak negatif dari keberadaan pasar malam ini. Mereka mengeluhkan penurunan drastis dalam omset penjualan, yang sebelumnya cukup untuk membayar gaji pegawai dan keperluan belanja bahan baku. "Sekarang, untuk bayar gaji pegawai saja sudah bersyukur," ungkap salah satu pedagang di salah satu usaha di Jalan Suprapto.


Para pedagang dan pelaku usaha ini berharap adanya perhatian dari pihak terkait agar keberadaan pasar malam tidak justru merugikan ekonomi warga lokal dan pelaku usaha kecil di sekitarnya. Mereka berharap ada solusi yang dapat menguntungkan semua pihak dan menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat Tebing Tinggi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola pasar malam maupun pemerintah setempat terkait keluhan yang disampaikan masyarakat dan pelaku usaha tersebut. 

Penulis : Anton | Editor : Tya