Rabu, 16 September 2026

LPPA Sumut Kecam Keras Kasus Keracunan MBG Di Asahan, Desak Dapur SPPG Polres Asahan Diaudit Total

Adhyaksanews. -- --[MEDAN], Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak Sumatera Utara (LPPA Sumut) mengecam keras kasus dugaan keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa MTsN 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, Senin (14/09/2026).

Peristiwa tersebut mengakibatkan sekitar 30 siswa mengalami mual, pusing, senap, muntah, dan keringat dingin setelah mengkonsumsi MBG. Belasan siswa bahkan harus dilarikan ke RSUD H. Abdul Manan Simatupang Kisaran, RS Wira Husada, dan Rumkitban TNI AD Lasitarda.

Ketua Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak Sumut, Dr. Andi,S.Kom., S.H., M.M., menilai kejadian ini sebagai kelalaian fatal yang membahayakan nyawa anak.

"Kami dari LPPA Sumut sangat mengecam keras kejadian ini. Program MBG tujuannya mulia untuk menyehatkan anak, bukan meracuni anak. Ini adalah bentuk kegagalan perlindungan anak yang tidak bisa ditolerir," tegas Dr. Andi kepada wartawan, Selasa (15/09/2026) di Medan.

Dr. Andi menyoroti pengakuan operator sekolah dan guru piket yang mencium bau tidak sedap dari dalam ompreng MBG, serta menu yang dikonsumsi hanya berselang 30 menit langsung menimbulkan reaksi.

"Kalau sampai ada bau busuk dari ompreng, itu artinya SOP higienitas dan quality control tidak berjalan. Ini bukan sekadar makanan basi, ini soal keselamatan 800 siswa yang setiap hari menerima MBG di sekolah tersebut," jelasnya.

Tiga Desakan Tegas Dr. Andi:

1. Hentikan dan Audit Dapur SPPG Polres Asahan

Dr. Andi mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menghentikan operasional dapur SPPG Polres Asahan yang diduga menjadi sumber keracunan dan melakukan audit total, mulai dari bahan baku hingga distribusi.

2. Polres Asahan Harus Transparan dan Bertanggung Jawab

Sebagai penanggung jawab dapur, Polres Asahan diminta membuka hasil investigasi secara transparan kepada publik dan menanggung seluruh biaya pengobatan korban.

3. Evaluasi Total MBG di Sumut

LPPA Sumut akan menyurati Gubernur Sumut, Kapolda Sumut, dan BGN Pusat untuk evaluasi menyeluruh seluruh dapur MBG di Sumatera Utara agar kejadian di Kisaran tidak terulang di daerah lain.

"Jangan korbankan anak-anak kita. Satu anak keracunan saja sudah kegagalan negara, apalagi puluhan. LPPA Sumut akan mengawal kasus ini sampai tuntas dan memastikan hak-hak korban terpenuhi, termasuk trauma healing," tutup Dr. Andi, S.Kom., S.H., M.M.

Hingga saat ini, 15 siswa dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kisaran.(*) 

| Editor : Koni Setiadi