Adhyaksanews. -- --[ MINAHASA ], Fasilitas pelayanan publik yang dibangun menggunakan uang rakyat kembali menjadi sorotan tajam. Gedung Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kabupaten Minhasa yang menelan anggaran fantastis hingga Rp13 miliar pada tahun 2025. Meski tergolong bangunan baru, gedung tersebut sudah mengalami keretakan di sejumlah sisi dinding, serta bagian plafon.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, kondisi bagian dalam gedung tak kalah miris. Ruangan-ruangan di dalamnya masih tampak kosong tanpa adanya peralatan medis maupun perlengkapan laboratorium pendukung. Tanda-tanda kerusakan seperti retak rambut pun sudah menghiasi beberapa bagian dinding sebelum gedung ini difungsikan.
Gedung Kosong yang Menyimpan Tanda Tanya
Proyek bersumber dari anggaran negara ini sejatinya diharapkan dapat segera memperkuat infrastruktur kesehatan daerah dan meningkatkan mutu pelayanan bagi masyarakat. Namun, kenyataan di lapangan justru memperlihatkan gedung megah nampak Masi kosong.
Kualitas Konstruksi dan Perencanaan Dipertanyakan
Munculnya keretakan pada bangunan yang baru selesai serta belum dilengkapinya fasilitas menimbulkan pertanyaan besar. Publik mempertanyakan bagaimana kualitas pengerjaan kontraktor, kinerja konsultan pengawas, hingga perencanaan matang dari dinas terkait.
Poin Utama Catatan Kritis:
Gedung Kosong & Belum Difungsikan: Anggaran Rp13 miliar belum memberikan dampak nyata bagi pelayanan masyarakat karena ruangan laboratorium masih nampak kosong tanpa fasilitas pendukung.
Kualitas Bangunan: Keretakan pada dinding menunjukkan dugaan lemahnya pengawasan dan kualitas konstruksi yang patut dipertanyakan.
Desakan Transparansi: Pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan terkait didesak segera memberi penjelasan resmi mengenai penyebab keterlambatan pengoperasian serta langkah perbaikan struktur gedung.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minhasa dr. Olviane Imelda Rattu saat di konfirmasi awak media.
"Ijin Pak, untuk retaknya sudah di infokan ke penyedia, dan untuk fungsinya sementara di siapkan regulasi tetapi sekarag sudah di fungsikan segan ruangan kantornya..
Ada pegawai yang bertugas. Saya juga biasanya ke sana",
"Ijin pak, Yang pasti untuk fasilitas labkesmas kami terus berupaya langsung operasionalkan .Tapi ada banyak persyaratan yang secara sistim. digital harus di penuhi".
"Dan kami terus siapkan karena semua berproses dengan waktu".
"Ke. depan akan urus lagi melalui sistim oss DPTSM".
"Dinkes.sudah siapkan tim untuk ini, yang di koordinasikan oleh kabid p2p". penjelasanya. (ARL)
| Editor : Koni Setiadi