Minggu, 23 Agustus 2026

Imigrasi Kepri Tegaskan Pentingnya Pengawasan Keimigrasian Di Selat Malaka Dan Wilayah Perbatasan

Adhyaksanews. -- -- BATAM. Sebagai negara maritim terbesar di dunia, Indonesia memiliki tantangan besar dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan. Hal ini menjadi perhatian khusus Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau dalam menjalankan fungsi pengawasan keimigrasian.

Dalam pemaparan "Telaah Staff", Kanwil Ditjen Imigrasi Kepri biasa di sapa awak media bang Guntur menyoroti posisi strategis Indonesia. Sebanyak 65% wilayah Indonesia berupa lautan dengan luas perairan mencapai ± 5,8 juta KM² Indonesia juga berbatasan langsung dengan banyak negara, sehingga jalur laut menjadi pintu masuk strategis bagi keluar-masuk orang maupun barang.

Khusus untuk Kepulauan Riau dan Selat Malaka Kanwil Imigrasi Kepri menyebut kawasan ini memiliki arti sangat strategis bagi keimigrasian.

"Ini merupakan jalur pelayaran dan mobilitas internasional yang sangat padat. Wilayah perbatasan terdepan yang menjadi pintu masuk dan keluar wilayah Indonesia, serta kawasan strategis bagi aktivitas ekonomi dan industri nasional," demikian disampaikan dalam paparan.

Kondisi tersebut menuntut adanya penguatan pengawasan dan penindakan keimigrasian Tujuannya untuk mencegah pelanggaran keimigrasian, mencegah masuknya orang asing dan WNI secara ilegal, menjaga keamanan wilayah perbatasan, serta memastikan setiap perlintasan dan keberadaan orang asing sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pengawasan ketat di wilayah perairan Kepri menjadi kunci dalam menjaga stabilitas nasional. Dengan padatnya lalu lintas kapal dan manusia, Imigrasi Kepri berkomitmen untuk terus meningkatkan sinergi dengan aparat terkait demi menjaga pintu gerbang negara tetap aman.

Penulis : Rusrianto | Editor : Tya