Adhyaksanews. SERANG – Direktur Tim Pemenangan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Serang, Ratu Zakiyah-Najib Hamas, Dede Rohana menyayangkan dugaan penyalahgunaan dana zakat dari Baznas untuk kepentingan politik.
Baznas Kabupaten Serang memang mengikuti agenda Safari Ramadan yang biasa digelar rutin tiap tahun. Dalam rangkaian, Baznas memberikan bantuan di acara tersebut.
“Saya lihat dari beberapa video dalam Safari Ramadan. Anggaran dari Baznas sangat tidak patut digunakan dalam acara itu, karena yang disampaikan bukan terkait syiar agama dengan ramadan,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (11/3/2025).
“Banyak yang disampaikan Bupati Tatu itu malah terkait dengan pilkada, apalagi menggunakan dana umat, saya kira cacat moral, saya kira perlu distop kegiatan safari ramadan. Apabila tetap dilanjutkan, Safari Ramadan jangan berbicara PSU, jangan ngomongin pilkada,” sambungnya.
Dede menjelaskan, dana zakat yang dikelola Baznas merupakan dana umat yang seharusnya dikelola, disalurkan kepada masyarakat yang berhak dan membutuhkan.
Dalam Safari Ramadan, dana tersebut tak seharusnya ditunggangi dan digunakan untuk kegiatan yang menguntungkan paslon Andika-Nanang.
Dede menduga, Safari Ramadan yang digelar tahun ini tak lebih dari sekedar kampanye terselubung dari pihak Andika-Nanang.
Indikasinya, terlihat dari Bupati Serang Ratu Tatu yang terus menerus secara berulang menarasikan kegagalan pilkada yang disebabkan pihak terkait 02.
“Kalau menurut saya, Safari Ramadan kamuflase aja, kampanye itu, mereka memanfaatkan ini untuk kepentingan 01, real cawe-cawe, jelaslah,” ujarnya.
“Sebagai kepala daerah, seharusnya bisa lebih bijak, dana umat digunakan, dibungkus sosialisasi 01, nada-nadanya, kata-katanya. Mereka melakukan hal seperti itu,” tutupnya.
Sementara itu, dalam aplikasi TikTok beredar video yang menuding Baznas Kabupaten Serang yang dijadikan alat politik untuk memenangkan Andika-Nanang.
“Dana zakat yang yang seharusnya untuk kaum dhuafa malah dipakai untuk kepentingan politik, Pemkab Serang dicurigai menjadi tim pemenangan Andika Hazrumi,” bunyi narasi dalam video akun @maju.bersama_, dikutip Selasa (11/3/2025).
“Ironinya, bahkan wakil bupati yang telah wafat masih diminati zakat. Ini bukan salah kaprah, ini sudah kelewatan. Kalau dana zakat saja sudah disalahgunakan, apalagi anggaran daerah,” lanjut isi narasi dalam video tersebut.
Menanggapi ini saat dihubungi, Ketua Baznas Kabupaten Serang, Badrudin, membantah hal tersebut.
Ia menjelaskan, Safari Ramadan merupakan agenda murni sebagai kegiatan saja, tak ada unsur politis.
“Gak ada indikasi untuk pemenangan, gak ada. Baznas mah netral, Baznas itu kan lembaga pemerintah non struktural,” tegasnya.
tb.raepi.net
AdhyaksaNews - Banten
