Adhyaksanews. -- -- Sitaro. Sebuah catatan sejarah yang masih terlalu muda untuk ada dalam skenario menolak lupa. 27 November 2024 menjadi bukti siapa pemimpin yang benar-benar di cintai sebagai pilihan rakyat di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Jika kita flasfback kembali, Cerita unik sempat terdengar. Mulai dari persiapan pencalonan sampai pada waktu pendaftaran di Kabupaten dengan 47 pulau ini. Isu yang sempat menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat Sitaro bahwa calon petahana atau incumbent akan berhadapan dengan kotak kosong. Terasa seperti tidak ada pasangan yang ingin maju sebagai kompetitor baru dalam persaingan melawan sang petahana atau incumbent. Kekuatan sang petahana di gambarkan seperti menabrak dinding yang kokoh dan tak bisa di tembus oleh siapapun. Sehingga melahirkan rasa pesimistis bagi figur yang mencoba menjadi pesaing.
Namun ketika batas waktu pendaftaran akhir yang di tentukan oleh KPU di hari Kamis 29 Agustus 2024 pukul 23.59 akan segera di tutup (Closing Time) muncul pasangan baru yang mendaftar di penghujung waktu atau di injury time. CHYNTIA INGGRID KALANGIT, SKM sebagai calon Bupati dan HERONIMUS MAKAINAS, SE sebagai calon wakil Bupati. Pasangan baru yang nekad datang sebagai pesaing sang petahana.
Pasangan yang muncul dengan tekad ingin membangun Sitaro lebih maju ke depan. Pasangan ini di anggap sebagai pasangan underdog. Sempat di anggap sebelah mata, karena tidak akan mampu menandingi track record figur sang calon petahana. Dalam pandangan para politikus dan masyarakat yang searah dengan petahana, Pasangan CHINTYA INGGRID KALANGIT & HERONIMUS MAKAINAS hanya di anggap pasangan yang turut menjadi pelengkap dan turut meramaikan ajang Pilkada di Kabupaten Sitaro. Terjebak dalam kemustahilan. Kalah bersaing di segala bidang. Masuk dalam pandangan ketidakmungkinan menjadi pemenang karena tidak akan mampu bersaing dan menandingi kekuatan sang petahana. Tidak mungkin menjadi pasangan pemenang dalam Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Kepulauan Sitaro kala itu.

Pada akhirnya semua pandangan ini menjadi fatamorgana. Hasil akhir tidak sesuai ekspektasi sang pendukung petahana. Pada perhitungan akhir Pilkada Sitaro, menghasilkan pemimpin yang baru. Ekspresi suara mayoritas pemilih yang menjadi penentu. Hati nurani rakyat menjadi hasil akhir dari kebenaran mutlak ajang pesta demokrasi.
"Manusia melihat apa yang ada di depan mata, tapi Tuhan melihat hati". Sebuah ungkapan Firman yang menjadi dasar di tentukannya Pemimpin yang menjadi pilihan Tuhan. Ekspresi suara mayoritas yang bergerak menjadi penentu isi hati Tuhan. "Suara rakyat adalah suara Tuhan" (vox populi vox Dei). Landasan legitimasi atas hasil pesta demokrasi.
CHYNTIA INGGRID KALANGIT, SKM dan HERONIMUS MAKAINAS, SE adalah Pemimpin yang benar-benar sesuai keinginan Tuhan. Karena pasangan ini telah melewati banyak kemustahilan dan meraih kemenangan lewat keniscayaan atas campur tangan Tuhan. Pandangan-Pandangan miris dan sifat memandang sebelah mata berguguran karena hasil akhir perhitungan suara Pemilihan Kepala Daerah. Kemudian di lantik menjadi pemimpin daerah yang baru untuk Kabupaten Sitaro.
Apakah setelah di lantik menjadi kepala daerah pernyataan pesimistis terhadap pemimpin Sitaro yang adalah hasil pilihan Tuhan lewat suara rakyat ini selesai? Tidak!! Serangan kritikan pedas yang tak beralasan dan tak bertanggung jawab banyak bermunculan di platform media sosial untuk menyudutkan sang pemimpin baru terutama yang di tujukan kepada Bupati CHINTYA INGGRID KALANGIT, SKM sebagai orang nomor satu di kabupaten kepulauan sitaro ini. Reaksi ketidakpuasan bermunculan selama 7 bulan sejak di lantik menjadi Bupati.
Salah satu yang paling mencolok dan menohok adalah profil "anonim" di media sosial facebook yang sering memberi pernyataan seperti kritikan miring dan mengubah kinerja baik sang Bupati dengan memframing berita-berita yang tidak benar tentang hasil aktivitas & kegiatan Bupati. "Saya melihat ada dua sisi tentang profil yang menggunakan nama anonim di media sosial facebook dan sering memberi pernyataan di grup Publik Sitaro ini:
1. Yang pertama orang yang bernama "anonim" ini dulunya pernah menjadi pendukung Bupati terpilih CHINTYA INGGRID KALANGIT, SKM dan HERONIMUS MAKAINAS, SE. Akan tetapi karena ketidakpuasan atas motivasinya yang tidak di akomodir oleh Bupati yang baru maka berubah arah menjadi tukang kritik yang putus asa.

2. Kemungkinan besar juga nama "anonim" ini di pakai dan di bayar oleh oknum tertentu yang merupakan pihak yang tidak searah yang punya strategi untuk menjatuhkan figur sang pemimpin daerah untuk segaja menurunkan ektabilitas dengan cara memframing persolan-persoalan receh yang tak berguna untuk menjatuhkan orang nomor satu di Kabupaten Kepulauan Sitaro " Ungkap salah satu tokoh masyarakat yang tidak mau menyebutkan namanya yang ada di Kelurahan Ondong.
"Kritik boleh-boleh saja asal jangan mengarah pada fitnah dan penghinaan kepada pribadi kepala daerah. Apalagi menyinggung nama keluarga Bupati yang mengarah kepada penghinaan. Ingat kami akan mengatas namakan masyarakat Sitaro untuk membawa ke ranah hukum jika hal ini terjadi. Kami akan laporkan ke bagian Cyber crime Polda Sulut. Bupati adalah pemimpin di daerah yang harus di hormati. Dia adalah pilihan yang sangat di cintai oleh rakyatnya. Sebagai kepercayaan masyarakat Sitaro dan sebagai pemimpin pilihan Tuhan kita patut berdoa semoga Sitaro di bawah kepemimpinan CHINTYA INGGRID KALANGIT, SKM dengan Jargonnya: Sitaro MASADADA menjadi lebih baik 5 tahun kedepan. Ungkapnya menutup pernyataannya kepada Adhyaksa News.
Penulis : Erte | Editor : Tya