Selasa, 21 April 2026

Prabowo Singgung Bupati Aceh Selatan Umroh Saat Bencana, Kalau Mau Lari, Copot Langsung

Adhyaksanews. -- --Presiden Terpilih Prabowo Subianto kembali menarik perhatian publik setelah melontarkan pernyataan tegas terkait ketidakhadiran Bupati Aceh Selatan saat daerahnya dilanda banjir dan longsor. Prabowo, yang turun langsung meninjau lokasi terdampak di Aceh pada Senin (8/12), menyinggung sikap sang bupati yang diketahui sedang melaksanakan ibadah umrah ketika bencana terjadi.

Dalam kunjungannya, Prabowo menegaskan bahwa seorang kepala daerah memiliki tanggung jawab moral dan administratif untuk hadir di tengah masyarakat saat situasi darurat. Ia menilai, bencana bukan hanya urusan teknis penanganan, tetapi juga membutuhkan kehadiran seorang pemimpin yang memberikan arahan, memastikan distribusi bantuan berjalan lancar, serta memberikan dukungan moril bagi warga yang terdampak.

“Kalau mau lari, copot langsung,” ujar Prabowo di hadapan pejabat daerah, aparat keamanan, serta warga yang datang melihat proses peninjauan tersebut. Pernyataan itu disambut dengan keheningan sesaat, sebelum kemudian menjadi bahan perbincangan di antara warga dan tokoh masyarakat yang hadir.

Prabowo menyampaikan bahwa kehadiran seorang bupati bukan hanya simbolik, tetapi juga krusial dalam mengambil keputusan cepat. Ia menekankan bahwa pejabat negara tidak seharusnya meninggalkan rakyat dalam kondisi darurat. Di tengah bencana yang menyebabkan rusaknya rumah warga, terputusnya akses jalan, dan ratusan warga harus mengungsi, masyarakat membutuhkan pemimpin di garis terdepan.

Sejumlah warga Aceh Selatan yang ditemui di lokasi peninjauan mengaku setuju dengan sikap tegas Prabowo. Menurut mereka, bencana besar seperti banjir dan longsor tidak terjadi setiap hari sehingga sudah seharusnya menjadi prioritas utama seorang kepala daerah.

“Saat rakyat susah, pemimpin mestinya ada bersama kami. Kalau pergi saat bencana, itu sangat mengecewakan,” ujar seorang warga yang rumahnya terendam banjir sejak tiga hari terakhir.

Di sisi lain, sejumlah pihak memahami bahwa ibadah umrah adalah bentuk ketaatan spiritual. Namun, mereka menilai waktu pelaksanaannya seharusnya mempertimbangkan kondisi daerah. Sebagai pemimpin, tanggung jawab kepada masyarakat tetap menjadi hal yang utama.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait keberangkatan sang bupati ke Tanah Suci pada saat bencana. Tidak ada klarifikasi apakah keberangkatan tersebut merupakan agenda pribadi atau kegiatan resmi yang sudah terjadwal sebelumnya. Sikap diam ini justru semakin memicu sorotan publik terhadap kinerja pemerintah daerah.

Sementara itu, pemerintah pusat bersama sejumlah lembaga terkait terus mempercepat penanganan bencana di Aceh Selatan. Bantuan logistik, personel gabungan, serta alat berat telah dikerahkan untuk membersihkan material longsor, membuka akses jalan, dan memperbaiki fasilitas umum yang rusak. Proses pendataan rumah warga yang terdampak juga masih berlangsung.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah pusat akan memastikan seluruh bantuan tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran. Ia meminta masyarakat Aceh Selatan tetap tenang dan percaya bahwa proses pemulihan akan dilakukan secepat mungkin. Kunjungan ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah pusat tidak akan menoleransi kelalaian pejabat daerah, terutama dalam situasi darurat.

Dengan pernyataannya yang tegas, Prabowo mengirimkan pesan kuat bahwa kepemimpinan adalah soal hadir bersama rakyat, terlebih ketika mereka berada dalam masa tersulit. Pemerintah pusat pun diperkirakan akan mengevaluasi lebih lanjut terkait kinerja pejabat daerah dalam penanganan bencana ini.

| Editor : Koni Setiadi