Adhyaksanews. -- -- KAMAKSI: Kepedulian Sosial Harus Berkelanjutan, Transparan, dan Memberikan Manfaat Nyata bagi Rakyat
Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) mengapresiasi berbagai kegiatan sosial yang dilakukan Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kepulauan Bangka Belitung, Rudianto Tjen, melalui program bantuan masyarakat, pelayanan kesehatan, dukungan pendidikan, serta perhatian terhadap kebutuhan pondok pesantren.
Ketua Umum DPP KAMAKSI, Joko Priyoski, menilai berbagai inisiatif sosial yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat patut menjadi perhatian bersama. Menurutnya, kepedulian terhadap warga bukan sekadar persoalan memberikan bantuan, melainkan juga bagaimana membangun keberlanjutan program agar masyarakat semakin mandiri dan memiliki kesempatan hidup yang lebih baik.
“Kami memandang kepedulian sosial yang diwujudkan melalui tindakan nyata merupakan bagian penting dari pengabdian kepada masyarakat. Ketika masyarakat menghadapi kesulitan ekonomi, keterbatasan akses kesehatan, dan persoalan pendidikan, kehadiran berbagai inisiatif sosial dapat membantu meringankan beban warga sekaligus memperkuat semangat gotong royong,” kata Joko.
*Salurkan 35 Ton Beras, Bantu Masyarakat Memenuhi Kebutuhan Pokok*
Salah satu kegiatan sosial yang menjadi sorotan adalah program penyaluran bantuan sebanyak 35 ton beras bagi masyarakat di berbagai wilayah Kepulauan Bangka Belitung melalui Yayasan Rudi Center bersama PDI Perjuangan Bangka Belitung.
Penyaluran dilakukan secara bertahap, dengan Kabupaten Bangka Selatan sebagai salah satu lokasi awal. Setiap kabupaten direncanakan memperoleh alokasi lima ton atau sekitar 1.000 karung beras.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan upaya menjangkau warga yang membutuhkan bantuan pangan di sejumlah wilayah. Meski tidak dapat menyelesaikan seluruh persoalan ekonomi, bantuan kebutuhan pokok dapat membantu meringankan pengeluaran rumah tangga penerima.
KAMAKSI menilai program semacam ini akan semakin bermakna apabila didukung pendataan yang akurat, distribusi yang tepat sasaran, serta evaluasi manfaat bagi masyarakat.
“Bantuan pangan merupakan bentuk kepedulian yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Namun, kita juga perlu mendorong langkah jangka panjang melalui penciptaan kesempatan kerja, penguatan usaha kecil, dan pemberdayaan ekonomi warga agar masyarakat tidak terus-menerus bergantung pada bantuan,” ucap Joko Priyoski Ketua Umum KAMAKSI.
*Perhatian terhadap Pesantren dan Pemberdayaan Generasi Muda*
KAMAKSI juga menyoroti perhatian Rudianto Tjen terhadap kebutuhan fasilitas pendidikan pondok pesantren.
Dalam kunjungan ke Pondok Pesantren Roudlotus Shaliyyin Al-Mustarsyidin di Desa Mayang, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, pada 8 Mei 2026, Rudianto menyerap aspirasi mengenai peningkatan fasilitas belajar, perbaikan ruang kelas, dan pembinaan santri. Komitmen untuk memperjuangkan fasilitas pendidikan pesantren tersebut kembali diberitakan pada 6 Oktober 2026.
KAMAKSI memandang pesantren memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan sekaligus membangun karakter, kedisiplinan, integritas, dan tanggung jawab generasi muda.
Menurut KAMAKSI, dukungan terhadap pendidikan harus ditempatkan sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan masyarakat. Anak-anak muda, termasuk para santri, perlu memperoleh kesempatan yang setara untuk mengembangkan kemampuan dan berkontribusi bagi daerahnya.
“Pemberdayaan pemuda tidak cukup hanya dengan memberikan motivasi. Harus ada dukungan nyata terhadap akses pendidikan, peningkatan keterampilan, pengembangan kewirausahaan, dan terbukanya kesempatan kerja. Kami berharap perhatian terhadap pendidikan dan pesantren dapat terus diperkuat melalui program yang terukur serta memberikan manfaat berkelanjutan,” tegas Joko.
*Program Kesehatan Gratis, Perluas Akses Pelayanan bagi Warga*
Di bidang kesehatan, Yayasan Rudi Center bersama PDI Perjuangan Bangka Belitung juga menjalankan program operasi katarak gratis bagi masyarakat.
Program operasi katarak gratis dijadwalkan berlangsung pada 26–30 Oktober 2026 di RSUD Depati Hamzah, Pangkalpinang. Program tersebut ditujukan kepada masyarakat yang membutuhkan, dengan pemeriksaan dan skrining medis untuk menentukan kelayakan tindakan operasi.
KAMAKSI menilai akses terhadap pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan mendasar yang berpengaruh langsung terhadap produktivitas dan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, program kesehatan sosial perlu didukung tenaga medis yang kompeten, proses pemeriksaan sesuai standar, serta informasi yang mudah dijangkau calon penerima manfaat.
KAMAKSI menegaskan bahwa kepedulian terhadap kesehatan masyarakat harus menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan publik.
“Kami mengapresiasi inisiatif yang berupaya membantu masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan. Ke depan, sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi sosial, dan berbagai elemen masyarakat perlu diperkuat agar semakin banyak warga yang mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan dan standar medis,” tambah Aktivis KAMAKSI.
*Dorong Beasiswa, Hunian Layak, dan Kemandirian Ekonomi*
Selain bantuan pangan dan kegiatan kesehatan, kegiatan reses Rudianto Tjen dengan mengunjungi rumah tidak layak huni di Pangkalpinang dan menyerap aspirasi masyarakat patut mendapat apresiasi publik.
Dalam kesempatan tersebut, Rudi menyampaikan program bantuan perbaikan rumah tidak layak huni yang menyasar 1.500 unit rumah di Bangka Belitung, dengan bantuan maksimal Rp20 juta per rumah bagi calon penerima yang memenuhi kriteria. Rudi juga menyampaikan informasi mengenai program kuliah gratis bagi lulusan SMA/SMK dari keluarga kurang mampu melalui perguruan tinggi yang bermitra dengan pemerintah.
Bagi KAMAKSI, perhatian terhadap hunian layak dan pendidikan tinggi merupakan bagian penting dari pembangunan kesejahteraan masyarakat. Namun, program tersebut perlu disertai mekanisme seleksi yang jelas, keterbukaan informasi, dan pengawasan agar manfaatnya menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.
KAMAKSI juga mendorong agar dukungan sosial dikembangkan menuju pemberdayaan ekonomi produktif, termasuk pelatihan keterampilan, pendampingan usaha mikro dan kecil, serta peningkatan kapasitas pemuda agar mampu menciptakan peluang ekonomi secara mandiri.
*KAMAKSI: Apresiasi Harus Berjalan Bersama Transparansi dan Akuntabilitas*
KAMAKSI menegaskan bahwa apresiasi terhadap kegiatan sosial harus tetap sejalan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab kepada masyarakat.
Menurut KAMAKSI, organisasi masyarakat sipil memiliki peran untuk memberikan penghargaan terhadap inisiatif yang bermanfaat sekaligus mendorong evaluasi objektif atas pelaksanaan program sosial, tanpa mengabaikan kepentingan publik.
“Kami ingin melihat semakin banyak program yang tidak hanya hadir sesaat, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang. Setiap program perlu memiliki sasaran yang jelas, mekanisme pelaksanaan yang transparan, dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, kepedulian sosial dapat berkembang menjadi kekuatan nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Joko Priyoski.
KAMAKSI berharap berbagai inisiatif sosial di Kepulauan Bangka Belitung dapat terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan kepedulian sosial tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari perubahan yang dirasakan masyarakat: akses pendidikan yang lebih baik, pelayanan kesehatan yang semakin terjangkau, kehidupan yang lebih layak, serta generasi muda yang semakin mandiri dan produktif.
KAMAKSI menegaskan bahwa kepedulian sosial yang berkelanjutan, transparan, dan berorientasi pada pemberdayaan merupakan salah satu fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, berdaya, dan berkeadilan.
KAMAKSI: Kepedulian Sosial Harus Berkelanjutan, Transparan, dan Memberikan Manfaat Nyata bagi Rakyat. (*)
| Editor : Koni Setiadi