Bangka Belitung, Adhyaksanews. --— Kelangkaan BBM di Kepulauan Bangka Belitung saat ini menjadi sorotan nasional hebohkan jagat maya.
Pantauan media ini terjadi antrean panjang kembali terjadi di sejumlah SPBU di Sungailiat, seperti Parit Padang, Airway, Imam Bonjol, Senang Hati, Sinar Jaya, hingga Kenanga. Sejak kemarin, warga harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan Pertalite dan Solar.
Padahal, pemerintah provinsi menilai penambahan pasokan dari Pertamina bisa menjadi solusi. Namun sejumlah sumber menyebut masalah sebenarnya bukan pada pasokan, melainkan dugaan ketidakmerataan distribusi BBM.
Informasi yang dihimpun redaksi menyebut distribusi BBM ke Bangka Belitung kini banyak masuk melalui sebuah depo milik pengusaha berinisial A di Tanjung Gudang, Belinyu. Pengusaha ini diduga memiliki jaringan bisnis BBM yang luas, mulai dari SPBU, armada pengangkut hingga pemasok solar industri untuk kapal isap produksi, Kamis (20/11/25).
“Memang dia ini Pemicunya, sudah seperti raja di Bangka Belitung,” kata salah satu sumber.
Hal inilah yang memunculkan tanda tanya besar: mengapa depo utama Pertamina di Pangkalbalam justru mendapat pasokan lebih sedikit, sementara distribusi ke Belinyu makin besar?
Sejumlah pihak mendesak pemerintah daerah, legislatif, dan aparat penegak hukum untuk turun tangan menelusuri dugaan permainan distribusi BBM ini. Pasalnya, jika benar ada aliran BBM bersubsidi yang dialihkan ke industri, masyarakat akan terus menjadi korban kelangkaan setiap akhir tahun.
Warga kini menunggu langkah tega pemerintah terhadap pihak-pihak yang diduga “bermain” dalam rantai distribusi BBM di Babel.
Penulis : Musda ( Korwil Babel)
| Editor : Koni Setiadi