Wamena, Adhyaksanews. -- --Wamena, Adhyaksa.id 2 November 2025 — Ikatan Pelajar Pemuda Mahasiswa Distrik Silimo (IPPMDS) menggelar ibadah syukur dan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13, sebagai bentuk ungkapan syukur atas perjalanan panjang organisasi sejak berdirinya pada 2 November 2012 hingga kini tetap eksis di Kota Studi Jayawijaya.
Perayaan yang berlangsung sederhana namun penuh makna ini diisi dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh Ev. Lewi Payage, S.Pdk, yang membawakan firman Tuhan dari 1 Korintus 3:1–23. Dalam khotbahnya, ia menekankan pentingnya kebersamaan, kasih, dan kerja sama dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Silimo.
Sejarah Singkat IPPMDS
IPPMDS berdiri pada 2 November 2012 setelah sebelumnya para pelajar dan mahasiswa asal Distrik Silimo bergabung dengan Ikatan Pelajar Pemuda Mahasiswa Distrik Amuma (IPPMDA) di Wamena. Melalui inisiatif dan rekomendasi dari para senior seperti Dani Payage, Anes Payage, dan Leni Payage bersama rekan-rekan lainnya, akhirnya dibentuklah organisasi mandiri IPPMDS sebagai wadah pengembangan diri, persaudaraan, dan perjuangan mahasiswa Silimo di tanah rantau.
Selama 13 tahun perjalanan, IPPMDS diakui telah melewati berbagai tantangan dan dinamika organisasi, namun semangat solidaritas dan kekeluargaan tetap menjadi fondasi utama yang menjaga eksistensinya hingga kini.
Pesan dan Harapan dari Berbagai Perwakilan
Momentum HUT ke-13 ini juga menjadi ajang refleksi dan motivasi bersama. Sejumlah tokoh, perwakilan senior, dan anggota turut menyampaikan pesan dan harapan bagi IPPMDS ke depan.
Dalem Payage, perwakilan mahasiswa, berpesan
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh agar menjadi pribadi yang berdampak bagi banyak orang.”
Erpon Heluka, perwakilan senior, menambahkan:
“Kita harus tetap semangat, menjaga kepercayaan dan kekompakan demi masa depan yang lebih baik.”
Ev. Lazar S. Heluka, mewakili hamba Tuhan, mengingatkan:
“Tetap semangat dan selalu andalkan Tuhan dalam setiap langkah.”
Marinus Heluka, salah satu Perwakilan pendiri IPPMDS, berpesan:
“Jaga kekompakan dan teruslah belajar lebih giat untuk menghadapi tantangan di masa depan.”
Dari organisasi “induk”, perwakilan IPPMDA turut memberikan dukungan dan apresiasi.
Ardi Payage, S.Kom menyampaikan:
“IPPMDA adalah cikal bakal lahirnya IPPMDS. Kami berharap IPPMDS tetap menjaga persatuan dan kekompakan. Jangan ragu dan jangan bimbang, tetap percaya diri dan terus maju.”
Sementara itu, Andi Heluka dari IPPMDA menambahkan rasa bangganya.
“Saya bangga menjadi bagian dari IPPMDS. Dari sinilah lahir generasi-generasi cerdas yang siap bersaing di tingkat regional maupun nasional,” ujarnya sebelum membacakan puisi khusus untuk IPPMDS.
Perwakilan anggota IPPMDS juga mengajak seluruh kader untuk “tetap menjaga kekompakan, kebersamaan, dan persatuan.”
Ucapan Syukur dari Pengurus IPPMDS
Dalam kesempatan itu, Ketua IPPMDS Markus Heluka menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan organisasi.
"Terima kasih kepada hamba Tuhan, para pendiri, mahasiswa, dan seluruh anggota IPPMDS. Terima kasih juga kepada mama dan keluarga besar IPPMDA yang telah hadir. Kami bisa ada karena pendiri-pendiri yang telah menanamkan dasar yang kuat bagi organisasi ini," ujarnya.
Markus juga mengapresiasi pengurus IPPMDS yang telah berinisiatif membuat bendera ikatan sebagai simbol semangat baru kebersamaan.
Sementara itu, Sekretaris IPPMDS Iwan Giban menegaskan pentingnya menjaga solidaritas antar anggotanya.
"Terima kasih kepada hamba Tuhan, senior, dan para pendiri yang selalu memberi motivasi. Kalau bukan kita, siapa lagi. Mari kita terus jaga kekompakan,"ujarnya menutup acara.
Semangat Baru di Usia ke-13
Perayaan HUT IPPMDS ke-13 ini bukan hanya menjadi ajang nostalgia dan syukur, tetapi juga momentum memperkuat semangat generasi muda Silimo dalam berkarya dan membangun masa depan. Dengan tema kebersamaan dan optimisme, IPPMDS berkomitmen terus melangkah bersama, mewujudkan impian dan cita-cita luhur organisasi yang telah berdiri selama lebih dari satu dekade.
Penulis: Marinus Heluka
| Editor : Koni Setiadi