Jumat, 16 Oktober 2026

GERAM ANAKNYA TIDAK DAPAT SEKOLAH NEGERI, TUA/WALI MURID DI BABEL SIAP LAYANGKAN SURAT PENGADUAN KE MENDIKBUD PUSAT

Adhyaksanews. -- --[ PANGKALPINANG ], Puncak kekecewaan orang tua/wali murid di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pecah. Gara-gara anak-anak mereka hingga hari ini *belum mendapatkan tempat di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN)*, mereka sepakat akan melayangkan *surat pengaduan resmi langsung ke Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) / Mendikbud Pusat di Jakarta.

Fenomena "tidak dapat sekolah negeri" ini kembali terjadi di tahun ajaran 2026/2027. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang sebelumnya PPDB dengan dalih zonasi, prestasi, dan afirmasi, dinilai *gagal total dan tidak berkeadilan.*

"Anak saya nilainya bagus, jarak rumah dekat dengan SMAN, tapi tidak diterima. Lalu mau sekolah di mana? Negara wajib memberikan pendidikan, bukan malah membuat anak kami jadi pengangguran di usia sekolah. Kami akan surati Mendikbud Pusat, biar Jakarta tahu bobroknya sistem di Babel ini!" tegas salah seorang wali murid asal Pangkalpinang dengan nada geram kepada Kupas Jejak 86, Senin (6/10/2026).

Para orang tua menilai Dinas Pendidikan Provinsi Babel *tutup mata dan tidak punya solusi.* Tidak ada sekolah negeri tambahan, tidak ada penambahan rombel, dan tidak ada jalur penyelamatan bagi anak-anak yang terlempar dari sistem.

IRONI PENDIDIKAN DI BABEL:

Anak-anak pintar tapi miskin kuota, anak rumah dekat tapi kalah sistem, anak berprestasi tapi kalah dengan "jalur titipan" yang masih santer terdengar.

ada beberapa orang tua /wali murid anak nya sampai saat ini belum sekolah minta ke pada awak media untuk mempublikasikan agar di pusat sana tahu bahwa anak di bangka belitung terancam putus sekolah maka Tim awak media menyatakan dukungan penuh.dan akan mengawali sampai anak-anak di babel tidak ada yang tidak sekolah ,harus sekolah itu sudah wajib kata salah orang tua/wali murid.dengan nada kesal dan menetes air mata.

maka tim awak media banyak menerima puluhan aduan wali murid. Ini darurat pendidikan! Anak-anak Babel terancam putus sekolah hanya karena sistem yang kaku. Jika Provinsi tidak mampu menyelesaikan, maka kami akan kawal orang tua untuk mengangsung ke Mendikbud Pusat. Kami juga akan tembuskan laporan ini ke ombudsman pusat RI. dengan nada serentah para orang tua .yang anak sampai saat ini belum sekolah 

menurut informasi ,bahwa mereka sudah siapkan draf surat pengaduan bersama. Isinya: *Kegagalan Pemprov Babel dalam menjamin hak pendidikan anak, carut marut SPMB/PPDB, dan dugaan maladministrasi yang merugikan ratusan calon siswa SMA Negeri.

TUNTUTAN ORANG TUA/WALI MURID ANAK NYA YANG BELUM SEKOLAH

1. Mendikbud Pusat turun tangan dan audit total pelaksanaan SPMB SMAN di Babel tahun 2026.-2027.

2. Tambah kuota / Rumble baru / agar semua anak yang belum dapat sekolah bisa tertampung. namun harus transparan.

3. Dinas Pendidikan Babel harus bertanggung jawab, jangan lempar kesalahan ke sistem karena kami mendapat informasi ada tidak transparan.

Para orang tua menegaskan, jika dalam minggu ini tidak ada jawaban konkret nasib anak kami dari Dinas Pendidikan Babel, maka surat pengaduan berjilid-jilid dengan tanda tangan orang tua /wali murid akan dikirim via pos dan email resmi ke Kemendikbud RI di Senayan Jakarta.

Pendidikan adalah hak, bukan hadiah. Jika hak itu dirampas oleh sistem, maka orang tua akan melawan sampai ke pusat.(*) 

(Sumber : Redaksi.kupas jejak .86.web.id) 

| Editor : Koni Setiadi