Bangka Tengah, Adhyaksanews. -- --Viral beredar vidio ungkapan seorang Bapak-bapak mengenai tambang timah yang berlokasi di merbuk koba, pasalnya dalam vidio tersebut Bapak-bapak yang di ketahui bernama Budi yang berdomisili di koba melakukan pembuatan vidio yang di rekam salah satu seorang laki-laki yang tidak di ketahui identitasnya.
" buat pengurus kolong ni pon dapet jangan ad ti orang penyak , muke orang penyak memang muke batok ,kalau agik ade t.i orang penyak ,yang nyucuk deket sutet tu t.i orang penyak bukan orang kubak,jangan ade t.i orang penyak di sini kalau agik ade pasti bakal ade yang mati pasti bakal ade korban" ujarnya.
Menindak lanjuti vidio tersebut Safarudin Selaku Kepala Desa Penyak menyayangkan ungkapan tersebut
"Saya selaku Kepala desa sangat menyayangkan kejadian tersebut,ada unsur provokasi dalam pernyataan yang di lakukan bapak budi , Hanya beberapa warga saya yang menambang di lokasi tersebut dan Seluruh warga Desa Penyak yang terkena imbasnya
Dalam pernyataan tegas Pak Budi dalam unggahan tiktok tersebut, bahwasanya bapak budi mengeluarkan pernyataan yang tidak menyenangkan dan disertai pernyataan yang mengancam masyarakat yang berasal dari Desa Penyak,
"muke orang Penyak muke batok dan jika masih ada penambang dari Penyak maka bakal ada yang mati dan bakal ada korban" sebut Budi dalam Unggahan tiktoknya tersebut.
Dalam sebuah wawancara, Kepala Desa Penyak, Safarudin mengatakan dengan tegas agar Budi meminta maaf secara terbuka.
"saya berharap Budi meminta maaf secara terbuka kepada warga Desa Penyak" Tegasnya
vidio yang di buat minggu 23 desember 2025 tersebut kini masih jadi perbincangan hangat seluruh warga Desa Penyak, ungkapan tersebut memicu kemarahan warga Penyak yang merasa tidak pernah menambang di merbuk lokasi yang belum tau kejelasan legalitasnya tersebut.
| Editor : Koni Setiadi