Selasa, 03 November 2026

PERUMDA DHARMA JAYA KEMBANGKAN KAWASAN CIANGIR SEBAGAI PUSAT PENGGEMUKAN SAPI TERINTEGRASI UNTUK KETAHANAN PANGAN DKI JAKARTA

Adhyaksanews. -- -- JAKARTA, 31 Juli 2026 – Perumda Dharma Jaya terus memperkuat perannya dalam 

mendukung ketahanan pangan (food security) DKI Jakarta melalui pengembangan 

Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir di Kecamatan Legok, Kabupaten

Tangerang, Banten. Komitmen tersebut ditinjau langsung oleh Gubernur DKI Jakarta 

dalam agenda kunjungan kerja ke lokasi pada Jumat (31/7).


Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menjelaskan bahwa 

pengembangan kawasan seluas ±20 hektare ini merupakan tindak lanjut atas persetujuan 

penggunaan Barang Milik Daerah (BMD) dari Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) 

Provinsi DKI Jakarta melalui Surat Nomor 1880/UD.02.01 tanggal 23 Juni 2026.

"Pengembangan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir merupakan salah satu 

inisiatif strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengoptimalkan aset daerah 

untuk memperkuat ketahanan pangan. Kawasan ini akan dikelola oleh Perumda Dharma 

Jaya sebagai pusat penggemukan sapi modern yang mendukung ketersediaan pasokan 

daging sapi bagi masyarakat Jakarta," ujar Raditya.


Kawasan seluas ±20 hektare tersebut dirancang dengan konsep peternakan terintegrasi 

dari hulu hingga hilir, yang mencakup kandang penggemukan sapi, kandang karantina, 

gudang pakan dan bunker silase, laboratorium, jembatan timbang, area 

loading/unloading, Rumah Potong Hewan (RPH), cold storage, fasilitas pengolahan 

daging (meat processing), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), perkantoran, serta 

cadangan lahan hijauan pakan ternak.


Dalam operasionalnya, kawasan ini akan menerapkan sistem pengelolaan yang modern, 

efisien, dan berkelanjutan. Penggemukan sapi akan didukung oleh penyediaan pakan 

berkualitas yang diproduksi secara mandiri dengan pemanfaatan teknologi, sehingga 

mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjamin kualitas ternak.

Selain mendukung ketahanan pangan, pengembangan kawasan ini juga diharapkan 

memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja 

lokal, kemitraan penyediaan hijauan pakan ternak, serta pemberdayaan pelaku usaha di 

wilayah sekitar. Kehadiran kawasan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem 

peternakan yang produktif, mendorong ekonomi sirkular, dan meningkatkan 

kesejahteraan masyarakat.


Saat ini, proyek berada pada tahap awal pembangunan, koordinasi lintas instansi,

sosialisasi, serta proses perizinan. Pembangunan tahap pertama ditargetkan dimulai

pada akhir tahun 2026.


Melalui pengembangan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir, Perumda 

Dharma Jaya optimistis dapat memperkuat rantai pasok daging sapi yang aman, sehat, 

berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi salah satu pilar utama dalam 

mewujudkan ketahanan pangan DKI Jakarta.

Penulis : Tim | Editor : Tya