Senin, 20 April 2026

DPRP Samuel Wetapo: Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mari Jaga Alam Papua

Adhyaksanews. -- -- Wamena, 5 Juni 2025. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua Pegunungan, Samuel Wetapo, mengucapkan selamat memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2025. Dalam pernyataannya, ia mengajak seluruh masyarakat Papua Pegunungan untuk lebih peduli dan aktif menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari warisan berharga bagi generasi mendatang.

“Hari ini bukan hanya sekadar seremoni, tapi menjadi momentum penting bagi kita semua, khususnya masyarakat Papua Pegunungan, untuk merenungkan kembali hubungan kita dengan alam,” ujar Wetapo di Wamena, Rabu pagi.

Ia menekankan bahwa Papua adalah salah satu kawasan yang memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati terbesar di Indonesia, bahkan dunia. Namun, ia juga mengingatkan bahwa kekayaan tersebut menghadapi ancaman serius akibat eksploitasi berlebihan, perambahan hutan, dan perubahan iklim.

“Kita tidak boleh tinggal diam. Perubahan iklim nyata terjadi. Hutan-hutan di pegunungan tengah adalah paru-paru dunia. Kita harus menjadi penjaga, bukan perusak,” tegasnya.

Samuel Wetapo juga mendorong pemerintah daerah dan masyarakat adat untuk bekerja sama dalam melestarikan lingkungan melalui pendekatan berbasis kearifan lokal. Menurutnya, nilai-nilai tradisional yang selama ini dijunjung tinggi oleh masyarakat adat Papua menjadi kunci dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Menutup pernyataannya, Wetapo berharap peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini bisa menjadi awal dari komitmen yang lebih kuat untuk menjaga bumi, dimulai dari tanah Papua sendiri.

“Kita rawat bumi ini mulai dari rumah kita sendiri. Bumi Papua adalah kehidupan. Jika kita menjaganya, maka ia akan menjaga kita,” pungkasnya.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengangkat tema global “Land Restoration, Desertification and Drought Resilience”, atau Pemulihan Lahan, Penggurunan, dan Ketahanan terhadap Kekeringan. Tema ini menjadi pengingat pentingnya tindakan kolektif untuk melindungi ekosistem yang rentan.

Penulis : Marinus Heluka | Editor : Tya