Pangkalpinang, Adhyaksanews. -- --Sebagai kampus tertua di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, nama Universitas Pertiba (UNIPER)—dulu dikenal dengan PERTIBA—telah menorehkan jejak panjang dalam dunia pendidikan tinggi. Sejak berdiri pada tahun 1982, kampus ini telah melahirkan ribuan alumni yang kini tersebar di berbagai sektor pekerjaan, baik di dalam maupun di luar provinsi.
Hal menarik tersaji dalam gelaran Pilkada Ulang Kota Pangkalpinang 2025. Dari empat pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota yang ditetapkan oleh KPU, dua di antaranya merupakan tokoh-tokoh yang lahir dari rahim almamater UNIPER.
Pasangan nomor urut satu, Eka Mulya Putra dan Ratmida Dawam, mengusung slogan “MERDEKA”. Eka adalah alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNIPER, sedangkan Ratmida merupakan dosen senior dan alumni Program Magister Hukum di kampus yang sama. Mereka dikenal sebagai tokoh yang berpengaruh—Eka adalah pendiri Harian Rakyat Pos (2022–2023), dan Ratmida pernah menjabat sebagai Sekda Pangkalpinang.
Sementara pasangan nomor urut dua, Maulan Aklil (Molen) dan Zeki Yamani, membawa slogan “HARMONI”. Molen merupakan dosen tetap di Program Magister Manajemen UNIPER, dan Zeki adalah alumni Fakultas Hukum UNIPER, baik program Sarjana maupun Magister. Zeki juga meraih suara tertinggi kedua dalam Pileg DPRD Pangkalpinang 2024–2029, sedangkan Molen adalah mantan Walikota Pangkalpinang.
Kehadiran dua pasangan calon dari UNIPER ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Di tengah persaingan dengan kandidat dari kampus-kampus ternama seperti Universitas Indonesia, ITB, Universiti Malaya, dan Universitas Al-Azhar Kairo, UNIPER menjadi satu-satunya almamater lokal yang tampil mewakili daerahnya sendiri.
Lebih dari sekadar kebetulan, hal ini membuktikan bahwa UNIPER adalah lumbung “mutiara” yang telah berkontribusi besar dalam melahirkan pemimpin dan tokoh politik di Bangka Belitung. Nama-nama seperti Bambang Patijaya, Didit Srigusjaya, Hj. Badri, Samsu Bangun Jaya, dan Abang Herza adalah sebagian kecil dari deretan alumni yang berkiprah di panggung politik lokal maupun nasional.
Namun sayangnya, potensi besar ini belum sepenuhnya dimanfaatkan. Masih ada sikap apatis di kalangan civitas akademika dan alumni. Minimnya perhatian internal terhadap pencapaian dan peran alumni dalam dunia publik menjadi pekerjaan rumah yang mendesak untuk dibenahi.
Pilkada ini seharusnya menjadi momentum kebangkitan UNIPER. Sudah saatnya seluruh elemen—mahasiswa, dosen, dan alumni—bersatu, saling mendukung, dan berperan aktif membangun citra positif kampus. Mendukung kandidat dari almamater bukan hanya soal loyalitas, melainkan bagian dari perjuangan kolektif untuk mengangkat nama UNIPER ke tempat yang lebih tinggi.
UNIPER bukan hanya lembaga pendidikan. Ia adalah simbol, warisan, dan aset sosial-politik yang tak ternilai. Jika dikelola dengan baik, UNIPER mampu menjadi pusat kekuatan intelektual dan politik yang berdampak besar bagi kemajuan Bangka Belitung.
Saatnya bersatu, membesarkan jas kebesaran kita. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi dan menjaga eksistensi kampus pertama dan tertua di Bumi Serumpun Sebalai ini.
Salam Alumni!
Jaya selalu, UNIPER! (Universitas Pertiba)
| Editor : Koni Setiadi