Sitaro, Adhyaksanews. -- --Terbentuk dari kepentingan kekuasaan kelompok mayoritas. Bergerak dengan sistem slient under ground. Dalil ketidakpuasan menjadikan lembaga ini melakukan gerakan melawan arus tujuan utama( mainstream). Konteks yang keluar jalur, bukan untuk kepentingan rakyat tapi lebih mementingkan kelompok mayoritas atau kepentingan diri. Berpose layaknya superhero yang ketinggalan kereta.
Motivasi miris yang di pakai untuk menjebak dan memojokan Eksekutif (Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro) atas alasan Dana Bantuan Bencana Erupsi Gunung Ruang. Tapi tidak ada kemungkinan bisa mengejar celah yang sudah tertutup regulasi. Biarpun demikian keinginan hati yang terbakar seperti lava pijar erupsi Gunung Ruang meletupkan alasan untuk terus mengais-ngais ingin mencari sudut kelemahan Sang Bupati Sitaro CHINTYA INGGRID KALANGIT, SKM.
Masyarakat Sitaro mulai pintar menganalisa gerakan Pansus DPRD Sitaro. Cara pandang bijak mulai menguak tujuan yang sangat tidak elok atas alasan lembaga ini di bentuk. Lembaga ini hanyalah sebuah kedok yang bukan di pakai untuk tujuan kepentingan rakyat namun menjadi sebuah media kontribusi yang nantinya akan di pakai sebagai delegasi perampasan kekuasaan yang bersembunyi di balik hak angket atau hak interpelasi. Ketua PAC PDIP Sitaro Toni Supit, SE yang lebih di kenal dengan panggilan Tonsu menjadi sutradara di balik pusaran skenario rencana kudeta ini.
Jika nantinya proses pencairan Bantuan Bencana Erupsi Gunung Ruang termin kedua yang rencananya akan di laksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro terlaksana dengan baik maka, ini adalah sebuah pertaruhan hidup mati bagi mayoritas partai terutama pribadi anggota-anggota dewan yang menjadi anggota di lembaga Pansus DPRD Sitaro. Hal ini akan di pandang masyarakat Sitaro sebagai sebuah kinerja dalam gerakan hak angket atau hak interpelasi yang jadi manuver mayoritas anggota legislatif lewat Pansus DPRD Sitaro untuk mengkudeta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro menjadi GAGAL TOTAL (GATOT).
Pada akhirnya citra diri plus harga diri akan tercoreng dan akan menimbulkan efek negatif terhadap para anggota DPRD Sitaro yang menjadi anggota Pansus saat ini. Seakan berada di ruang hampa dan hanyut dalam turbulensi kekuasaan yang semu. Masyarakat pemilih dalam hal ini masyarakat Sitaro bukan tidak mungkin hilang kepercayaan dan tidak akan memilih lagi jenis wakil rakyat yang hanya mementingkan diri sendiri atau kelompok untuk periode berikutnya di tahun 2029-2034.
Motivasi yang menyimpang dan melawan arus kepentingan rakyat dari Pansus DPRD Sitaro akan mereduksi atau menurunkan harga pencitraan sebagai wakil rakyat sehingga masyarakat akan berbalik arah memberi dukungan kepada wakil rakyat lainnya, yang lebih memperhatikan kepentingan harkat dan kehidupan masyarakat Sitaro.
(EVERLY TUMBIO
| Editor : Koni Setiadi