Sabtu, 06 Juni 2026

Menjawab Tantangan Program Nasional Ketahanan Pangan, Dinas Pangan Pertanian Dan Perikanan Kabupaten Wonosobo Menggandeng Kelompok Tani Dengan Greenhouse Modern.

Adhyaksanews– Wonosobo. Beberapa Kelompok Tani di Wonosobo dibawah pembinaan Dinas Pangan, Pertanian Dan Perikanan Kabupaten Wonosobo pada awal tahun 2025 ini sudah mulai berbenah untuk melanjutkan proses pembenihan, penananam dengan pemanfaatan fasilitas Greenhouse Modern dengan perangkat lunak berbasis Teknologi Informasi. Tercatat dalam data kegiatan pada tahun anggaran 2024, ada 67 Kelompok Tani desa yang tersebar di beberapa Kecamatan menerima dana hibah yang bersumber dari Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana Pertanian Kegiatan Pembangunan Prasarana  Pertanian Tahun Anggaran 2024.

Dalam Lampiran Keputusan Bupati Wonosobo terkait Hibah di Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo Tahun Anggaran 2024 disebutkan pagu anggaran nilai totalnya Rp. 22.660.000.000 terdiri dari :

1) 14 Kegiatan Pembangunan Jalan Produksi Perkebunan dengan pagu anggaran masing-masing Rp. 300.000.000

2) 27 Kegiatan Pembangunan Jalan Usaha Tani Hortikultura dengan pagu anggaran masing-masing Rp. 200.000.000

3) 3 Kegiatan Pembangunan Prasarana Pengolahan Tanaman Perkebunan (Kopi) dengan pagu anggaran masing-masing Rp. 520.000.000

4) 23 Kegiatan Pembangunan Greenhouse Modern Pengembangan Hortikultura (Buah) / (Sayuran)  dengan pagu masing-masing Rp. 500.000.000.

Paket kegiatan ini dibagi dalam 3 kelompok kegiatan meliputi Bangunan Green House Rp. 300.000.000, Instrumen Smart Greenhouse Rp. 150.000.000 serta Pengadaan benih dan pupuk Rp. 50.000.000.

Dari berbagai sumber informasi terkait dengan besarnya anggaran yang digelontorkan Pemerintah Pusat untuk Kelopok Tani di Wonosobo ini tidak lepas dari pekerjaan Greenhouse Modern Pengembangan Hortikultura dengan anggaran Rp. 200.000.000 yang dihibahkan kepada Kelopok Tani “Sejahtera” Kelurahan Rojoimo pada tahun anggaran 2023 dinilai hasilnya cukup baik. Kemungkinan berdasarkan hal tersebut sehingga pada tahun 2024 dana hibah meningkat cukup fantastis senilai Rp. 22.660.000.000. Bahkan konon se Provinsi Jawa Tengah Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo memperoleh anggaran paling besar.


Hasil wawancara dengan Sumanto, SP., MP. Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura selaku Pejabat Penandatangan Kontrak (PPK) di ruang kerjanya menjelaskan bahwa semua kegiatan tersebut sudah melalui kajian administrasi dan teknis dari Bidang Perencanaan dengan melibatkan pihak eksternal yang ahli dan kompeten dibidang perencanaan Smart Greenhouse. Sebelum masuk dalam tahap pelaksanaan, lebih lanjut pria yang sudah malang melintang didunia hortikultura ini menjelaskan pelaksanaan kegiatan menggunakan metode Swakelola, Penunjukan Langsung dan Pelelangan melalui E-Katalog.

“Pelaksanaan Swakelola pekerjaan Bangunan Greenhouse serta pengadaan pupuk dan benih dikerjakan oleh Kelompok Tani, harapan kami dengan Swakelola akan lebih menghemat anggaran, memanfaatkan tenaga kerja lokal serta akan menjamin kualitas pekerjaan. Untuk Pengadaan Peralatan Screen House Modern Pengembangan Hortikultura dengan nilai Kontrak Rp. 3.289.000.000 dikerjakan oleh CV. Abhisaka Karya Putra, Wonosobo. Sedangkan untuk Pengadaan Sarana Produksi Screen House Modern Pengembangan Hortikultura senilai Rp. 534.413.000 dikerjakan oleh CV. Artha Putra Mandiri, Wonosobo, “ imbuhnya.

Dalam kesempatan lain awak media melakukan audiensi dengan Ir. Dwiyama Satyani Budyayu, M.Si. Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo selaku Pengguna Anggaran semua kegiatan di Dinas yang dipimpinnya. “Kami selaku Pengguna Anggaran prinsip secara hirarki struktural mempercayakan sepenuhnya kegiatan tersebut kepada PPK yang bertanggungjawab terhadap administrasi, keuangan dan pelaksanaan. Semua tahap-tahap kegiatan tentunya sudah sesuai dan  mengacu aturan yang berlaku,” tuturnya.

Pasca selesainya pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2024 yang dilaksanakan secara Swakelola maupun diborongkan, pada umumnya Kelompok Tani penerima hibah di Wonosobo sangat diuntungkan dengan adanya pembangunan fisik Greenhouse Modern yang dilengkapi Instrument Smart Greenhouse dan stimulan paket pupuk beserta benih seperti cabai dan melon.

Nistar, dari Kelompok Tani “Tani Jaya” dari Desa Karangrejo Kecamatan Selomerto, yang ditemui awak media dilokasi Greenhouse menjelaskan, “Kami menyambut baik kegiatan ini dan sangat berterimakasih kepada Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo yg telah menggulirkan dana hibah Tahun Anggaran 2024 kepada kami. Tentu harapannya kedepan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi kopi di Desa Karangrejo yang akan berdampak pada kesejahteraan ekonomi petani maupun desa. Memang ada  peralatan produksi kopi yang harus dimodifikasi terlebih dulu untuk penyesuaian dan itu tidak masalah karena akan kami usahakan secara swadaya.” tandasnya. 

Beda lagi dengan yang disampaikan oleh Mofid, Ketua Kelompok Tani “Moga Subur” desa Bomerto Kecamatan Wonosobo. “Yang pasti kelompok tani disini bangga dan berterimakasih sekali kepada Pemerintah karena keinginan untuk memiliki Greenhouse Modern bisa terwujud. Ada enaknya tapi juga ada tidak enaknya. Kami harus mempelajari aplikasi teknologi pertanian modern untuk mengoperasionalkan Instrumen Smart Greenhouse yang semua berbasis internet melalui ponsel. Saat ini memang belum bisa dioperasionalkan karena ada kendala teknis sehingga kami kesulitan memperbaikinya karena butuh bantuan teknisi, sedangkan untuk menghubungi teknisi kami mengalami kesulitan karena ada di Bandung,” ungkapnya menggebu.

“Selain itu para petani masih sangat asing dengan instrument tersebut di tambah lagi pendampingan teknis hanya dalam masa pemeliharaan selama 6 bulan. Sedangkan Poktan menghendaki pendampingan dapat dilaksanakan dalam kurun waktu pembenihan, penanaman sampai dengan  panen yang dirasa sudah berhasil. Terus selain paket cocopit, pupuk tanam yang paling cocok mestinya adalah pupuk kandang, bukan  pupuk dari endapan lumpur tanaman enceng gondok. Bahkan benih cabai yang kami terima tidak bisa tumbuh, sehingga kami mandiri memilih pembenihan Paprica dimana nilai ekonominya lebih tinggi dan sudah ada pasarnya. Untuk Planterbag (polybag besar) kami menerima 400 buah“ tambah Mofid lebih lanjut.

Muslimin Ketua Kelompok Tani “Bismo Tani” desa Slukatan  Kecamatan Watumalang mengatakan, “Hibah Greenhouse pengeringan kopi dan rumah produksi pengolahan serta peralatannya sangat menguntungkan untuk Kelopok Tani disini, tetapi pembangunan rumah produksi kopi, pengadaan peralatan dan barang lainnya kami hanya terima jadi dengan bukti tanda terima barang, sedangkan Greenhouse untuk pengeringan kopi sementara masih kosong karena menunggu panen.” tegasnya.

Hasil pengamatan tim media, Instrumen Otomatisasi Smart Greenhouse pengadaannya dikerjakan oleh kontraktor CV. Abhisakha Karya Putra melalui proses seleksi E-Katalog dibantu oleh Bagian PBJ Setda Wonosobo. Instrumen ini tergolong rumit terdiri dari Irigasi Smart Greenhouse dengan model Mist, Rail dan Drip, Instrumen Otomatisasi Smart Greenhouse dan Instrumen Pompa Smart Greenhouse. Khusus untuk instrumen otomatisasi, beberapa item barang yang butuh pendalaman untuk dipahami meliputi : Panel Smart Controller, PLTS 2000 Watt, Circuit Breaker, PV Combiner, Modem Internet, Paket E-Wellink, Smart Ceiling Fan Speed Switch, Drum Van dan CCTV. 


Apabila hal ini tidak ada pengawasan dan pendampingan dari pihak Dinas, maka tidak menutup kemungkinan akan menghambat proses pembenihan, penanaman yang berujung pada gagalnya panen. Ditambah lagi faktor minimnya pengetahuan para petani tentang Instrumen Smart Greenhouse yang pengoperasionalannya membutuhkan Smartphone.

Menepis hal tersebut Sumanto, SP., MP. menegaskan “Saya kira terlalu dini mengatakan kegiatan Greenhouse Modern ini gagal atau tidak berhasil, karena masih membutuhkan waktu dalam proses masa pembenihan, penanaman dan masa panen. Tentunya dalam kurun waktu tersebut kami dari pihak Dinas tetap melakukan monitoring dan evaluasi.” pungkasnya. 

Penulis : WP | Editor : Tya