Sabtu, 13 Juni 2026

KPK Amankan 5 Anggota BPK Terkait OTT Muara Enim, KMAKI Sebut Bukan Rahasia Umum Lagi Dugaan Jual Beli Opini BPK

Muara Enim,  Adhyaksanews. -- --Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (KMAKI) angkat bicara terkait diamankannya 5 anggota BPK Perwakilan Sumsel menjadi trending topik minggu ini karena berkaitan dengan OTT Muara Enim yang menjerat Bupati berserta ASN dalam jeruji besi KPK.

Opini Wajar Tanpa Syarat (WTP) BPK RI menjadi kebanggaan pemerintah daerah seolah pengelolaan keuangan daerah bebas dari korupsi dan nepotisme.

Oknum auditor pemerintah diduga berdagang WTP dengan Pemerintah Daerah untuk mengatur hasil audit pada tingkat kerugian negara minimalis yang disebabkan masalah administrasi.

Opini audit reguler WTP diduga menjadi Bumper dugaan dagang proyek di lingkungan Pemerintah Daerah dan seolah pengadaan barang jasa, pengeluaran rutin dan kegiatan seremonial 100% tidak ada penyimpangan.

Dampak dari Opini WTP inilah diduga menjadi penyebab OTT Muara Enim karena pejabat dan Kepala Daerah kepede'an bebas dari dugaan fee proyek dan korupsi berjamaah di dalam penjelasan hasil audit BPK RI.

Karena kepede'an, para koruptor Muara Enim tidak waspada kalau sedang di awasi penyidik KPK yang menyadap HP dan pantau semua aktivitas sosial mereka terkait negoisasi fee proyek Muara Enim.

"Saya pribadi pernah melihat beberapa tahun yang lalu pertemuan auditor BPK dengan ASN di salah satu hotel berbintang", ucap Feri Deputy K MAKI, Kamis, 11 Juni 2026.

"Diluar jam kerja dan malam hari dalam kapasitas apa mereka bertemu dan beberapa bulan kemudian ada acara ulang tahun istri petinggi BPK yang diduga di pasilitasi oleh Kepala Daerah", lanjut Feri.

"Bukan rahasia umum lagi kalau audit reguler BPK diduga menjadi ajang jual opini karena terkait dengan keuangan daerah dan kucuran dana pusat", ujar Deputy K MAKI itu.

"Pemeriksaan random atau acak dan diduga pilih - pilih objek seakan menjadi dasar pengauditan berbasis negoisasi dengan sistem pra bayar", tegas Feri.

"Mudah - mudahan dian setitik tak padam oleh semilir angin malam sungai Musi yang membawa aroma kemaksiatan dan uang haram", pungkas Feri Deputy KMAKI.

| Editor : Koni Setiadi