Minggu, 07 Juni 2026

Korlantas Siapkan Flag Off One Way Nasional Untuk Duta Pemudik Balik

Adhyaksanews. -- --Bali – Sesuai dengan Arah dan komando langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Korlantas Polri melakukan penebalan personel dan juga menyiapkan skenario dalam pelaksanaan dan mengawal duta-duta pemudik untuk kembali dari kampung halaman pada Operasi Ketupat arus balik 2025. Salah satunya adalah persiapan flag off one way nasional yang akan dilaksanakan pada 6 April 2025.

Hal ini sesuai dengan rapat koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan dan juga komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, arus mudik telah berjalan lancar dan terkendali tanpa kejadian kecelakaan yang menonjol. Untuk itu ia mempersiapkan betul strategi jurus jitu untuk mengawal duta-duta pemudikk saat arus balik.

Tentunya kami akan melakukan rapat koordinasi dengan pemangku kepentingan selain merencanakan skenario cara bertindak. Bapak kapolri juga memerintahkan agar melakukan penebalan personel baik itu di pinggir jalan tol dan jalan alternatif nasional dan tempat wisata,” kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, di Bali, Jumat (4/4/2025).

Lebih lanjut ia menegaskan, puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada tanggal 6 April 2025 akan dilakukan flag off one way nasional yang dipimpin langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menteri, dan sejumlah pejabat lainnya.

“Rencananya flag off itu akan dilakukan tanggal 6 hari Minggu jam 09.00. Tentunya kami mohon doa restu semoga arus mudik dan arus balik Operasi Ketupat berjalan dengan baik karena tagline Bapak Kapolri pada operasi ketupat ini adalah mudik aman keluarga nyaman selamat sampai tujuan,” simpulnya.

Tak hanya itu, Kakorlantas juga menyebut bahwa Korlantas Polri juga menggelar sarana prasarana khususnya kendaraan patroli untuk bisa dihadirkan di sepanjang jalan demi kenyamanan pemudik duta-duta. Oleh karena itu, kata Kakorlantas, cara bertindak dan skenario arus balik sudah dipersiapkan dengan langkah-langkah yang dilakukan bersama sejumlah pemangku kepentingan.

"Salah satunya adalah contraflow. Contraflow itu tentunya harus melihat parameter-parameter di radar KM 71 manakala sudah per jam berturut-turut 5.500, kami akan melakukan contraflow lajur 1," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, apabila terdapat bangkitan arus di mana radar di KM 71 per jam berturut-turut 6.400 maka akan dilakukan contraflow lajur 2 dan seterusnya hingga lajur 3. Hal itu bertujuan untuk menarik arus yang berasal dari arah timur.

Oleh karena itu manakala terjadi bangkitan arus nantinya, hal itu diprediksi terjadi pada tanggal 3 April 2025 dan akan dilakukan arus lokal satu arah balik tahap pertama.

“Itu dari KM 188-70 termasuk juga nanti akan kita perpanjang dari Km 246-188 hingga 70. Sehingga arus yang dari timur dari Pejagan dari Brebes dari Tegal dari Kalikangkung, Semarang itu kita dorong lebih keras atau lancar ke arah barat arah Jakarta,” jelasnya.

(Atar)

Penulis : Atar | Editor : Tim