Wamena, Adhyaksanews. -- --Sebagai bentuk solidaritas atas bencana alam yang melanda Distrik Dal dan Mebrok, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS) menyalurkan bantuan sembako pada Jumat (21/11). Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana mahasiswa Papua yang tersebar di berbagai kota studi di Pulau Sumatera, mulai dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung.
Penggalangan dana dilakukan setelah mahasiswa menerima informasi terkait kondisi masyarakat yang terdampak bencana. Gerakan solidaritas ini digerakkan melalui KOMPASS sebagai upaya membantu meringankan beban ekonomi warga yang sedang menghadapi situasi darurat.
Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok yang dibagi untuk dua posko, yaitu Posko Distrik Dal dan Posko Distrik Mebrok. Masing-masing posko menerima lima sak beras ukuran 50 kilogram, 10 karton mi instan, satu sak gula pasir, serta tiga karton kopi. Total nilai bantuan yang didistribusikan mencapai Rp20.450.000, termasuk biaya logistik seperti transportasi, bahan bakar dan perlengkapan pendukung kegiatan.
Pendistribusian dilakukan pada Jumat, 21 November 2025, pukul 11.00 Waktu Papua. Seluruh proses penyaluran dipercayakan kepada Jaringan Alumni Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (JAM KOMPASS), yang bertanggung jawab mengantar bantuan langsung ke dua posko terdampak di Distrik Dal dan Distrik Mebrok. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung kepada keluarga dan perwakilan posko, disertai dokumentasi sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.
KOMPASS dan JAM KOMPASS menyampaikan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa Papua terhadap masyarakat di tanah asal, sekaligus komitmen untuk terus hadir dalam situasi krisis. Mereka berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak dan memperkuat solidaritas antara mahasiswa Papua dan masyarakat di Papua Pegunungan.
Penulis: Marinus Heluka
| Editor : Koni Setiadi