Adhyaksanews. -- -- Maluku Utara, Enam Miliar Dana Daerah Terpencil Tahun 2024 PEMDA Halmahera Barat tutup mulut,_
Maluku Utara, 7/6-2025._
Sejumlah Guru keluhkan Dana Daerah Terpencil ( DACIL ) 4 bulan tahun 2024, belum juga di bayar oleh Pemda Halmahera Barat ,_
Sejumlah Guru mengkonfirmasi awak media melalui saluran telepon, bahwa dana DACIL 4 bulan tahun 2024, saat di tanyakan ke Dinas Pendidikan, secara administrasi ,kata kabid Dinas Telah selesai, sampai pada tingkat surat permintaan pembayaran ( SPP), karena itu merupakan kewajiban Dinas yang harus di tindak lanjuti ke Dinas Keuangan ,._
Tak Hanya itu, awak media untuk memastikan kebenarannya, pada 28/5_2025 menemui salah satu Kabid yang membidangi administrasi tentang hak guru, Kabid membenarkan hal itu katanya, secara administrasi kami sudah melaksanakan mengenai keuangan, itu rana kadis keuangan Soalnya Mail, apa sudah realisasi ke rekening masing _ masing para guru yang berhak menerima atau belum saya tidak tau. tambahnya,_
Dana Daerah Terpencil ( DACIL) adalah transfer Pusat melalui DAU, dan itu hak guru, yang harus realisasi ke guru yang berhak menerima, bukan dibayarkan untuk kepentingan lainnya ._
Para Guru juga mengharapkan kepada pihak , Polres Halmahera Barat, Kejaksaan, Halbar untuk mendesak Kadis Keuangan Halmahera Barat, agar dapat bertanggungjawab atas Dana Daerah Terpencil ( DACIL), karena ini hak guru, tidak seharunya di gunakan untuk kepentingan penguasa, atau kepentingan lain ._
Secara Prosedur, ini sudah melanggar hukum sehingga Polres Halbar dan Kejaksaan Halbar segera melakukan langka, untuk mendesak Kadis Keuangan Bertanggungjawab, _
Awak media saat melakukan investigasi ke beberapa Dinas di lingkup PEMDA Halmahera Barat, adanya sejumlah keluhan para pegawai juga di sampaikan, terkait Tunjangan Kinerja, ( TUKIN), Upah Honor, ._
Terkait Tunjangan Kinerja, saat ini sudah bulan Juni Dinas Keuangan baru membayar 2 bulan, sisanya kata salah satu pegawai yang tidak di sebutkan namanya kata nya, janji di atas janji, tak ada kejelasan yang pasti.
Penulis : Bobby Djumati | Editor : Tya