Selasa, 21 April 2026

ENAM MILIAR DACIL, TAHUN 2024, PEMDA HALBAR TUTUP MULUT

Adhyaksanews. -- --  Maluku Utara, Enam Miliar Dana Daerah Terpencil Tahun 2024 PEMDA Halmahera Barat tutup mulut,_ 

Maluku Utara, 7/6-2025._ 

Sejumlah Guru  keluhkan Dana Daerah Terpencil  ( DACIL ) 4 bulan tahun 2024, belum juga di bayar oleh Pemda Halmahera Barat ,_ 

Sejumlah Guru  mengkonfirmasi  awak media melalui  saluran telepon, bahwa dana DACIL 4 bulan tahun 2024, saat di tanyakan ke Dinas  Pendidikan, secara administrasi ,kata kabid  Dinas Telah selesai, sampai pada tingkat  surat permintaan pembayaran ( SPP), karena itu merupakan kewajiban Dinas yang harus di  tindak lanjuti ke Dinas Keuangan ,._

Tak Hanya itu, awak media untuk memastikan kebenarannya, pada 28/5_2025 menemui  salah satu Kabid yang membidangi administrasi tentang hak guru, Kabid membenarkan hal itu katanya, secara administrasi kami sudah melaksanakan mengenai keuangan, itu rana kadis keuangan Soalnya Mail, apa sudah realisasi ke rekening masing _ masing para guru yang berhak menerima atau belum saya tidak tau. tambahnya,_

Dana  Daerah Terpencil ( DACIL) adalah transfer Pusat melalui DAU, dan itu hak guru, yang harus realisasi ke guru yang berhak menerima, bukan dibayarkan  untuk kepentingan lainnya ._ 

Para  Guru juga  mengharapkan kepada pihak , Polres Halmahera Barat, Kejaksaan, Halbar untuk mendesak Kadis Keuangan Halmahera Barat, agar dapat bertanggungjawab atas Dana Daerah Terpencil ( DACIL), karena ini hak guru, tidak seharunya di gunakan untuk  kepentingan penguasa, atau kepentingan lain ._ 

Secara Prosedur, ini sudah melanggar hukum sehingga Polres Halbar dan Kejaksaan Halbar segera melakukan langka, untuk  mendesak Kadis Keuangan Bertanggungjawab, _

Awak media saat melakukan investigasi ke beberapa Dinas di lingkup PEMDA Halmahera Barat, adanya sejumlah keluhan para pegawai juga di sampaikan, terkait Tunjangan Kinerja, ( TUKIN), Upah Honor, ._  

Terkait Tunjangan Kinerja,  saat ini  sudah bulan Juni Dinas Keuangan baru membayar 2 bulan, sisanya kata salah satu pegawai yang tidak di sebutkan namanya  kata nya, janji di atas janji, tak ada kejelasan yang pasti. 

Penulis : Bobby Djumati | Editor : Tya