Minggu, 01 November 2026

Enam Hari Operasi Patuh Toba 2026, Polda Sumut Catat 6.046 Teguran Dan Penindakan Humanis

Adhyaksanews. -- -- MEDAN – Polda Sumatera Utara terus mengintensifkan upaya mewujudkan budaya tertib berlalu lintas melalui Operasi Patuh Toba 2026. Selama enam hari pelaksanaan operasi, Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) Polda Sumut mencatat sebanyak 6.046 kegiatan penindakan dan teguran terhadap pelanggaran lalu lintas.

Berdasarkan data hasil pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026 hingga hari keenam, Sabtu (31/10/2026), penindakan tersebut didominasi oleh langkah edukatif melalui pemberian teguran sebanyak 5.082 kali.

Sementara itu, petugas juga melakukan penindakan melalui 813 tilang manual dan 151 penindakan menggunakan ETLE Mobile. Adapun penindakan melalui ETLE Statis tercatat nihil.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada Operasi Patuh Toba 2025, jumlah kegiatan penindakan pada tahun ini menunjukkan penurunan. Pada enam hari pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2025 tercatat sebanyak 1.869 penindakan, sedangkan pada tahun 2026 tercatat 1.277 penindakan, atau turun 31,7 persen berdasarkan rekapitulasi perbandingan kinerja operasi.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026 tidak semata-mata berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif untuk membangun kesadaran masyarakat.


“Operasi Patuh Toba dilaksanakan untuk meningkatkan disiplin dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Penegakan hukum tetap dilakukan secara profesional dan proporsional, namun edukasi serta teguran juga menjadi bagian penting agar masyarakat memahami bahwa keselamatan adalah kebutuhan bersama,” ujar Kombes Pol. Ferry.

Menurutnya, tingginya jumlah teguran yang diberikan selama enam hari pelaksanaan operasi menunjukkan bahwa personel di lapangan terus mengedepankan pendekatan humanis dalam mengingatkan masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas.

“Tujuan utama kami bukan sekadar melakukan penindakan, tetapi membangun kesadaran. Kami ingin masyarakat tertib bukan hanya ketika ada petugas, melainkan karena memahami bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan bentuk perlindungan bagi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” katanya.

Dalam enam hari pelaksanaan, jumlah kegiatan Gakkum menunjukkan dinamika dari hari ke hari. Pada hari pertama tercatat 675 kegiatan, hari kedua 864 kegiatan, hari ketiga meningkat menjadi 1.176 kegiatan, hari keempat dan kelima masing-masing 1.027 kegiatan, serta pada hari keenam mencapai 1.277 kegiatan.


Operasi Patuh Toba 2026 sendiri dilaksanakan selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, dengan tujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah Sumatera Utara.

Kombes Pol. Ferry mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam setiap perjalanan dengan mematuhi rambu lalu lintas, melengkapi dokumen dan perlengkapan kendaraan, serta selalu mengedepankan etika dan disiplin di jalan raya.

“Polda Sumut mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung Operasi Patuh Toba 2026. Mari kita jadikan tertib berlalu lintas sebagai budaya, karena keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Penulis : Andi | Editor : Tya