Adhyaksanews. -- -- Maluku Utara -- Bersama Panitia Khusus ( PANSUS) Kepala Desa se Kecamatan Loloda Tengah ( LOTENG) Hadir mendengar Penjelasannya dari Anggota DPRD Halmahera Barat, Selasa, ( 03/06/2025.)
Kegiatan Rapat yang di agendakan pada selasa pada tanggal, 03/06/2025 oleh Camat Loloda Tengah Fabianus Atajalin di Kediamannya dengan membahas beberapa Hal penting berkaitan dengan BBM bersubsidi yang lagi ramai akhir - akhir ini.
Pada kegiatan rapat tersebut para Kepala Desa se - kecamatan Loloda Tengah, dipimpin langsung oleh Camat Loloda Tengah Fabianus Atajalin dan dihadiri oleh dua anggota DPRD Halmahera Barat, masing - masing dari Fraksi Demokrat Kristovel Sakalati, selaku Ketua Pansus didampingi salah satu Anggota DPRD dari fraksi PKB Mujain Bessy yang juga sebagai salah satu anggota PANSUS.
Dalam Rapat tersebut Panitia Khusus meminta kepada para kepala Desa di Kecamatan Loloda Tengah, agar memasukan data masing - masing Desa sebagai acuan bagi PANSUS, BBM bersubsidi, BBM untuk Nelayan dan bagi UMKM.
Dalam rapat Kristovel Sakalati sebagai ketua Pansus, menjelaskan DPRD Halmahera Barat, berkaitan Dengan kelangkaan BBM bersubsidi, Pangkalan Minyak, serta harga minyak dan akan dibahas juga mengenai Pansus, kerja Pansus, untuk melakukan investigasi langsung ke 9 kecamatan yang ada di Kabupaten Halmahera Barat," tegasnya.
" Selanjutnya Ia juga mengatakan, Tak hanya itu dari hasil investigasi pansus ke 9 kecamatan banyak masalah yang kami temukan, ada sejumlah keluhan yang di sampaikan oleh masyarakat terkait BBM di kabupaten Halmahera Barat," katanya.

Mujain Bessy ketua Fraksi PKB saat ditemui Awak Media Adhyaksa News, yang juga merupakan anggota Pansus, menyampaikan bahwa di Loloda Tengah tidak hanya bicara soal BBM bersubsidi yang di upayakan bagi masyarakat sebagai penerima BBM bersubsidi, namun BBM untuk para nelayan perlu juga menjadi prioritas utama, karena sebagian masyarakat Loloda Tengah merupakan Nelayan," ujarnya.
Dalam rapat Pansus tersebut 10 kepala Desa di kecamatan Loloda Tengah mengapresiasi langkah Kebijakan yang di lakukan oleh DPRD Halmahera Barat, dalam pembentukan Pansus, guna mengawasi BBM yang ada di kabupaten Halmahera Barat yang saat ini lagi ramai di bicarakan, Karena kuota atau Jatah untuk kabupaten Halmahera Barat sebanyak 525.000 aton / bulan BBM, khusus Minyak tanah, namun tidak sampai ke masyarakat, karena sebagian telah di jual keluar oleh para mafia BBM.
Penulis : Selsen | Editor : Tya